BALIKPAPAN, beritajateng.tv – Pertarungan hidup mati di Stadion Batakan berakhir tanpa pemenang setelah PSIS Semarang menahan imbang Persiba Balikpapan 1-1, Minggu (1/3). Hasil satu poin ini membuat misi Laskar Mahesa Jenar untuk keluar dari zona degradasi tertunda sementara waktu.
Meski gagal mengudeta posisi rival, skuat asuhan Andri Ramawi sukses menjaga selisih poin tetap tipis yaitu hanya satu angka. Oleh karena itu, persaingan papan bawah Liga 2 dipastikan akan berlangsung sangat panas hingga pekan terakhir kompetisi.
Hasil seri ini memaksa manajemen PSIS untuk segera menghitung ulang strategi poin demi mengamankan posisi di kasta profesional. Akibatnya, setiap gol yang tercipta di pertandingan sisa akan memiliki nilai yang sangat krusial bagi masa depan tim.
Di samping itu, Direktur Teknik Alfredo Vera menilai mentalitas bertarung Rafinha dkk sangat luar biasa meskipun bermain di bawah tekanan suporter lawan.
Namun, Mahesa Jenar tidak boleh lagi kehilangan poin di laga kandang jika ingin benar-benar aman dari kejaran zona merah. Strategi sapu bersih poin di Stadion Jatidiri menjadi kunci utama bagi tim kebanggaan warga Semarang dalam menghindari ancaman degradasi.
BACA JUGA: Misi Besar Keluar Zona Degradasi: PSIS Siap Tampil Habis-Habisan untuk Curi 3 Poin dari Persiba
Kalkulasi Nasib: Skenario PSIS Keluar dari Zona Degradasi
Dengan hasil ini, PSIS masih tertahan di peringkat ke-9, tepat satu tingkat di bawah batas zona selamat yang dihuni Persiba. Maka dari itu, berikut adalah analisis hitung-hitungan nasib Mahesa Jenar untuk bisa segera bangkit di pekan-pekan mendatang:
-
Wajib Menang di Laga Berikutnya: Karena selisih hanya satu poin, PSIS akan langsung menggeser Persiba jika menang di laga selanjutnya, dengan catatan Persiba menelan kekalahan atau hasil imbang.
-
Kondisi Jika Persiba Menang: Apabila Persiba juga meraih kemenangan, PSIS harus terus menempel ketat dan berharap pada laga head-to-head tim lain atau terpelesetnya rival di pekan terakhir.
-
Faktor Selisih Gol: Mengingat selisih gol Persiba lebih baik, PSIS wajib mengejar produktivitas gol untuk mengantisipasi jika di akhir musim kedua tim memiliki poin yang sama.
Segenap jajaran staf kepelatihan terus melakukan evaluasi mendalam terhadap efektivitas penyelesaian akhir yang terlihat masih kurang tajam di Batakan.
Selain aspek teknis, manajemen juga fokus menjaga semangat juang pemain agar tidak merasa jatuh meski misi kemenangan belum tercapai sepenuhnya.
BACA JUGA: Papan Bawah Membara! Persiba Tersandung, Jalan PSIS Menuju Posisi Aman Terbuka Lebar
Persiapan taktis yang matang tetap menjadi faktor penentu utama bagi tim dalam mewujudkan mimpi keluar dari zona degradasi. Oleh karena itu, dukungan doa dari seluruh suporter Semarang sangat dibutuhkan oleh para pemain yang sedang berjuang di lapangan.
Mereka percaya bahwa setiap tetap keringat di bulan Ramadan ini akan terbayar dengan kepastian bertahannya tim di liga profesional. Selanjutnya, manajemen mengajak suporter untuk tetap solid memberikan energi positif agar mentalitas juara para pemain tetap terjaga hingga musim berakhir. (*)





