Jateng

Dramatis! Enam Rescuer Turun Tebing 40 Meter Sambil Bentangkan Bendera Merah Putih Raksasa

×

Dramatis! Enam Rescuer Turun Tebing 40 Meter Sambil Bentangkan Bendera Merah Putih Raksasa

Sebarkan artikel ini
Dramatis! Enam Rescuer Turun Tebing 40 Meter Sambil Bentangkan Bendera Merah Putih Raksasa
Enam Rescuer SAR Kota Semarang membentangkan bendera Merah Putih di tebing Kendal. (Doc. Basarnas)

KENDAL, beritajateng.tv – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kendal berlangsung dengan cara yang tak biasa. Personel Kantor SAR Semarang membentangkan bendera Merah Putih raksasa berukuran 25 x 10 meter dari tebing setinggi 40 meter.

Aksi tersebut berlangsung di Tebing Djaro, Desa Pagertoyo, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal. Sebanyak 20 personel rescuer terlibat dalam kegiatan tersebut, mulai dari tim pemasangan sistem, safety officer, hingga petugas pengibar.

Pengibaran bendera tidak terlaksana dengan cara biasa. Enam personel justru menuruni tebing menggunakan teknik rappelling sambil membuka gulungan bendera Merah Putih secara perlahan dan serentak.

Aksi tersebut menjadi puncak upacara bendera yang di pimpin Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono SE MM. Para personel menunjukkan keterampilan teknis sekaligus keberanian di medan vertikal.

Budiono mengatakan aksi tersebut bukan sekadar seremoni untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI.

Menurutnya, bendera Merah Putih di tebing menjadi simbol keberanian, persatuan, dan pengabdian insan SAR.

“Di medan ketinggian ini, kita menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat terwujud melalui kemampuan, keberanian, profesionalisme, dan kepedulian terhadap sesama,” ujar Budiono.

BACA JUGA: Insiden Maut di Jalan Pantura Semarang-Kendal, Basarnas Evakuasi Korban Terjepit 

Ia menegaskan semangat kemerdekaan bagi personel SAR harus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat. Tugas kemanusiaan menjadi salah satu cara untuk mengisi kemerdekaan.

“Bagi insan SAR, kemerdekaan bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga untuk diisi dengan pengabdian,” katanya.

Budiono menambahkan, perjuangan menyelamatkan masyarakat membutuhkan keberanian untuk menghadapi berbagai kondisi dan medan. Hal tersebut menjadi bagian dari tugas yang dijalankan para rescuer.

“Setiap kali kita hadir membantu masyarakat yang mengalami musibah, setiap kali kita menembus medan yang sulit, dan setiap kali kita berusaha menyelamatkan satu jiwa, di situlah kita memberikan makna nyata bagi kemerdekaan,” lanjutnya.

Kegiatan tersebut juga melibatkan 81 personel di lingkungan Kantor SAR Semarang. Sejumlah perwakilan Potensi SAR yang berada dalam koordinasi Kantor SAR Semarang turut hadir.