Pendidikan

Dua Siswa Tak Naik Kelas, Daya Tampung SMP Negeri 1 Semarang di SPMB 2025 Berkurang

×

Dua Siswa Tak Naik Kelas, Daya Tampung SMP Negeri 1 Semarang di SPMB 2025 Berkurang

Sebarkan artikel ini
Dua Siswa Tak Naik Kelas, Daya Tampung SMPN 1 Semarang di SPMB 2025 Berkurang
Kepala SMP Negeri 1 Semarang, Siminto. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025/2026 di SMP Negeri 1 Kota Semarang berjalan lancar hingga hari kedua pelaksanaan.

Namun, di balik kelancaran tersebut, terdapat fakta menarik, dua siswa di sekolah ini dinyatakan tidak naik kelas. Sehingga mengurangi total kuota penerimaan siswa baru.

“Alhamdulillah sampai hari kedua ini SPMB SMP Negeri di Semarang berjalan dengan baik dan lancar. Kuota awal kami tahun ini adalah 288 siswa, terdiri dari 9 rombel dengan masing-masing 32 siswa. Tapi karena ada dua siswa yang tidak naik kelas, kuotanya jadi tinggal 286,” ujar Kepala SMPN 1 Kota Semarang, Siminto, Senin, 23 Juni 2025.

BACA JUGA: SD Negeri di Kota Semarang Terancam Sepi Pendaftar SPMB 2025, Disdik: Tak Ada Jalur Offline

Siminto menjelaskan, kedua siswa tersebut tidak naik kelas bukan karena faktor akademis semata. Melainkan karena ketidakhadiran ekstrem sepanjang tahun ajaran 2024/2025.

“Anak-anak ini sejak awal semester sangat jarang hadir. Bahkan kami sudah melakukan visitasi ke rumah beberapa kali, tapi tetap tidak ada tanggapan. Mereka tidak mau kembali ke sekolah,” paparnya.

Menurut pengakuan orang tua, keinginan anak untuk sekolah sebenarnya ada. Namun pada kenyataannya di rumah hanya menghabiskan waktu untuk bermain game dan jarang bersosialisasi di lingkungan.

“Satu anak bahkan betul-betul menolak sekolah, meskipun sudah guru, wali kelas, dan BK rayu. Ini menjadi keprihatinan kami, karena kalau kami biarkan anak-anak seperti ini akan semakin jauh dari pendidikan,” imbuh Siminto.

Meski begitu, proses pendaftaran siswa baru tetap berjalan lancar. Tercatat jalur zonasi sudah mencatatkan 228 pendaftar, jalur prestasi 137 siswa, dan jalur afirmasi masing-masing 91 pendaftar di pilihan pertama dan 35 di pilihan kedua.

Sedangkan jalur mutasi dan inklusi masih menunjukkan pergerakan lambat dan pendaftaran masih berlangsung secara daring selama 24 jam.