Subkor Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga Dinas Kesehatan Daerah Blora, Tutik Rahayu, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan penyebab dugaan keracunan sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.
Namun, petugas menemukan kondisi yang ternilai janggal saat melakukan inspeksi. Sebuah armada distribusi datang membawa sejumlah ompreng dalam kondisi sangat bersih tanpa menyisakan makanan.
Temuan tersebut kemudian memunculkan dugaan bahwa sisa makanan telah dibuang sebelum petugas melakukan pemeriksaan.
Sopir armada yang petugas konfirmasi, membantah dugaan tersebut. Ia mengatakan makanan yang pihak MBG bagikan kepada siswa telah habis mereka konsumsi.
Sementara itu, pihak pengelola di sebut telah menarik sebagian produk susu karena dugaan kuat mengalami masalah.
Hingga kini, polisi dan Dinas Kesehatan Daerah Blora masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab dugaan keracunan yang teralami para siswa penerima program MBG.
BACA JUGA: Orang Tua Murid Siap Gugat Dugaan Keracunan MBG SDN Ungaran 01, Nilai Pemerintah Tutupi Fakta
Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi penyidik untuk menentukan langkah hukum selanjutnya, termasuk menelusuri kemungkinan adanya masalah pada proses pengolahan, distribusi, maupun kualitas makanan dan minuman yang dibagikan kepada para siswa. (*)





