SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Semarang memberi perhatian terhadap kasus dugaan perundungan terhadap siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran.
DP3AKB Kabupaten Semarang mendatangi SD Hj Isriati Moenadi Ungaran, untuk melakukan pengecekan dan mengumpulkan data. Ini terkait kronologi kejadian yang orang tua korban laporkan sebelumnya ke sekolah tersebut.
Kepala DP3AKB Kabupaten Semarang, Dewanto Leksono Widagdo mengatakan, sejauh ini belum ada laporan resmi kepada instansi yang dia pimpin terkait perkara dugaan penganiayaan tersebut.
BACA JUGA: Kronologi Dugaan Perundungan Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran, Berawal dari Selebrasi
Meskipun demikian, DP3AKB sepakat untuk menindaklanjuti dengan melakukan klarifikasi ke sekolah dan berkoordinasi langsung dengan Kepala SD Hj Isriati Moenadi Ungaran.
“Tujuannya untuk mendapatkan informasi awal dan fakta yang terjadi dari pengelola lembaga pendidikan yang bersangkutan,” katanya di ruang kerjanya, Selasa, 29 September 2026.
Terkait rencana tindaklanjut, kata Dewanto, sampai saat ini masih menunggu koordinasi. Terlebih korban juga masih menjalani peeawatan akibat luka fisik dampak tindakan dugaan perundungan yang dia alami.
BACA JUGA: Siswa SMPN 1 Blora Diduga Jadi Korban Perundungan, Wajah Memar dan Bibir Sobek hingga Dijahit
Dewanto mengatakan, tim DP3AKB belum bisa berkomunikasi langsung dengan orang tua maupun korban.
“Kami DP3AKB Kabupaten Semarang siap memberikan layanan pendampingan kepada korban jika memang dibutuhkan,” katanya.
DP3AKB, kata Dewanto juga memiliki psikolog guna membantu pemulihan psikologis korban. Demikian halnya secara klinis medis jika membutuhkan dukungan DP3AKB.
BACA JUGA: Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran jadi Korban Perundungan, Pelakunya dari Anak Pengurus Yayasan
Deanto mengatakan, membuka peluang mediasi antar beberapa pihak dalam perkara dugaan perundungan di SD Hj Isriati Moenadi Ungaran.
“Makanya, kami masih menunggu perkembangan kondisi korban. Sekaligus juga hasil koordinasi dengan orang tua korban, kira- kira apa nanti yang dibutuhkan dari kami siap memberikan pelayanan,” katanya. (*)
Editor: Diaz A Abidin





