Kesehatan

Dukung Kesehatan Warga, Bandara Ahmad Yani Bantu 44 Balita Berisiko Stunting

×

Dukung Kesehatan Warga, Bandara Ahmad Yani Bantu 44 Balita Berisiko Stunting

Sebarkan artikel ini
Dukung Kesehatan Warga, Bandara Ahmad Yani Bantu 44 Balita Berisiko Stunting
Pemberian bantuan CSR susu kepada balita beresiko stunting oleh Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Upaya tekan angka stunting di Kota Semarang kembali mendapat dukungan dari Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani.

Melalui program tanggung jawab sosial bertajuk InJourney Airports Lawan Stunting 2025. Bandara menyalurkan bantuan senilai Rp160 juta untuk keluarga yang memiliki bayi berat lahir rendah dan balita dengan masalah gizi.

General Manager Bandara Ahmad Yani, Sulistyo Yulianto, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional bandara.

Ia menegaskan bahwa masalah stunting tidak dapat kita biarkan karena menyangkut masa depan generasi muda.

BACA JUGA: Jelang Nataru, Bandara Ahmad Yani Semarang Buka Penerbangan ke Singapura Mulai Desember 2025

“Kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Semarang untuk memberikan bantuan bagi bayi dan balita yang membutuhkan dukungan gizi. Ini bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PT Angkasa Pura Indonesia,” ujar Sulistyo.

Program ini melibatkan 21 puskesmas di Kota Semarang dengan sasaran 44 bayi berat lahir rendah serta balita yang mengalami gangguan gizi.

Bantuan tidak hanya berupa susu formula khusus, tetapi juga pendampingan dari petugas gizi dan kader posyandu. Mereka memberikan edukasi nutrisi serta memantau tumbuh kembang anak secara berkala.

Melalui pendekatan yang menyeluruh, program ini harapannya mampu memperbaiki kebiasaan keluarga dalam memberikan nutrisi yang tepat.

Pemberian bantuan selama tiga bulan, mulai awal September hingga akhir November 2025. Selama periode tersebut, keluarga penerima manfaat akan terus mendapatkan pemantauan agar perubahan status gizi balita dapat terlihat secara berkelanjutan.

Sulistyo menambahkan bahwa program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk hadir langsung di tengah masyarakat.

Ia berharap dukungan tersebut dapat ikut mendorong pencapaian target pemerintah dalam menekan angka stunting di Kota Semarang serta mewujudkan generasi yang sehat dan kuat.

Pada tahun sebelumnya, Bandara Jenderal Ahmad Yani juga menjalankan program pelayanan kesehatan melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Semarang dengan nilai bantuan mencapai Rp180 juta.