Selain itu, beban awal masyarakat semakin diringankan dengan uang muka mulai dari 1%, pemberian Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) sebesar Rp4.000.000, serta fasilitas bebas PPN yang membuat impian memiliki rumah pertama menjadi lebih nyata.
Meski Jawa Tengah masih menghadapi tantangan backlog perumahan sekitar 1 juta unit, Bank Jateng optimis penyaluran KPR FLPP pada tahun 2026 akan berjalan lebih masif. Dengan dukungan teknologi dan jaringan yang kuat, Bank Jateng siap memfasilitasi kebutuhan rumah bagi masyarakat di seluruh kabupaten dan kota.
Sebagai “Banknya Orang Jawa Tengah”, Bank Jateng terus berupaya menjadi motor penggerak ekonomi daerah dan agen pembangunan yang mengedepankan kesejahteraan masyarakat melalui kepemilikan rumah yang inklusif dan berkelanjutan. (*)





