Gaya Hidup

Ramai Gegara Terlalu Sensual, Ini Fakta-fakta Novel Wuthering Heights yang ‘Jauh’ dari Adaptasinya

×

Ramai Gegara Terlalu Sensual, Ini Fakta-fakta Novel Wuthering Heights yang ‘Jauh’ dari Adaptasinya

Sebarkan artikel ini
Margot Robbie dalam film Wuthering Heights (2026). (X/@WatchMenID)
Margot Robbie dalam film Wuthering Heights (2026). (X/@WatchMenID)

SEMARANG, beritajateng.tv – Film romantis bertajuk Wuthering Heights kini tengah menyedot perhatian para pecinta film. Film yang dibintangi Margot Robbie dan Jacob Elordi mewarnai Hari Valentine pada 14 Februari 2026 ini.

Baru saja tayang pada Februari 2026 ini, film Wuthering Heights sudah menjadi perbincangan hangat. Tak hanya karena bintang filmnya yang tengah naik daun, tetapi juga ceritanya yang ternilai sensual.

Setelah trailer resmi dirilis, para penggemar sastra klasik dibuat terkejut dengan gaya penyutradaraan Fennell yang dianggap terlalu “cabul”.

BACA JUGA: Sinopsis Film Sadali yang Sedang Tayang di Bioskop, Jangan Lupa Nonton!

Mengikuti jejak film sebelumnya, Saltburn, Fennell menyisipkan elemen seksual yang sangat eksplisit.

Tak hanya itu, kostum yang Margot Robbie gunakan dalam film adaptasi tersebut dianggap tidak sesuai dengan era Victoria yang seharusnya.

Wuthering Heights, Karya Sastra Romantis Bernuansa Gothic

Wuthering Heights tentunya tidak asing lagi di telinga para pecinta buku klasik. Tak ayal juga, karya Emily Bronte ini menghadirkan kisah cinta bernuansa gelap dan gothic.

Sebagai sebuah kisah cinta penuh tragedi, balas dendam, hingga isu kelas sosial, Wuthering Heights versi terbaru ini  menghadirkan nuansa yang lebih relevan dengan pembaca masa kini.

Nah, karena tak sedikit penontonnya yang protes karena film adaptasi ini “jauh” dari esensi cerita aslinya, mari kita bahas satu per satu fakta dari novel Wuthering Heights karya Emily Bronte.

Fakta-fakta Novel Wuthering Heights

Berikut daftar fakta singkat tentang Wuthering Heights karya Emily Bronte:

1.Terbit Tahun 1847 dengan Nama Samaran

Emily Brontë menerbitkan novel ini memakai nama pena Ellis Bell untuk menembus dominasi penulis pria pada era Victoria.

2. Satu-Satunya Novel Emily Bronte

Wuthering Heights menjadi karya fiksi panjang pertama sekaligus terakhir Emily Brontë sebelum wafat pada usia 30 tahun.

3. Tokoh Heathcliff yang Ikonik

Karakter Heathcliff terkenal sebagai figur kompleks, penuh obsesi dan dendam, sehingga sering di anggap antihero klasik sastra Inggris.