Hadi merupakan satu dari 254 warga di Kabupaten Kudus yang mendapatkan bantuan perbaikan RTLH dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk tahun anggaran 2025.
Peresmian secara simbolis rumah hasil bantuan RTLH tersebut terlaksana bersama di Balai Desa Gondangmanis. Seluruh penerima bantuan hadir di lokasi tersebut. Pada tahun 2026 ini Pemprov Jateng kembali menggelontorkan bantuan RTLH di Kudus untuk 47 unit rumah.
Penerima manfaat lainnya, Suhadi, juga menyampaikan rasa terima kasih dan senangnya langsung kepada Gubernur Ahmad Luthfi. Ia menyampaikan saat berdialog di Balai Desa Gondangmanis.
“Senang sekali dapat bantuan RTLH. Sehari-hari kerja di proyek, di rumah tinggal dengan istri dan anak kedua. Anak pertama sudah punya rumah sendiri,” ujar Suhadi.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, pada tahun 2025 sebanyak 274.514 unit telah diperbaiki melalui berbagai skema pembiayaan, baik APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten/Kota, CSR perusahaan, maupun swadaya masyarakat.
Dari jumlah tersebut, penanganan untuk perbaikan RTLH yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah sebanyak 17.000 unit. Pada 2026 ini berlanjut kembali dengan target 5.000 unit.
BSPS Meningkat
Dukungan Pemerintah Pusat melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) juga meningkat. Tahun 2025, Jateng memperoleh penanganan 7.532 unit, sedangkan pada 2026 meningkat jadi 30.037 unit.
Sementara itu untuk kolaborasi dengan Baznas, dunia usaha, dan sektor perbankan terus diperkuat. Tahun 2025 melalui CSR dan Baznas telah direalisasikan perbaikan 4.012 unit RTLH. Tahun 2026 ditargetkan 1.550 unit dari Baznas (750 unit), PT Djarum (500 unit), dan Bank Jateng (300 unit).
Di samping itu juga ada perluasan akses pembiayaan rumah bagi masyarakat. Hingga 23 Juni 2026, realisasi Kredit Program Perumahan (KPP) di Jateng mencapai Rp4,46 triliun (tertinggi di Indonesia).
Pada program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2025, Jateng merealisasikan 24.470 unit rumah senilai Rp2,91 triliun (peringkat kedua nasional). Hingga 23 Juni 2026, telah terealisasi 6.990 unit, senilai Rp834,31 miliar.





