Ekbis

Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, BI Target Serap Rp3,62 Miliar Uang Tak Layak Edar di Karimunjawa

×

Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, BI Target Serap Rp3,62 Miliar Uang Tak Layak Edar di Karimunjawa

Sebarkan artikel ini
Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, BI Target Serap Rp3,62 Miliar Uang Tak Layak Edar di Karimunjawa
Bank Indonesia (BI) Jateng melaksanakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (EBR) 2026 ke Karimunjawa. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Tengah menargetkan penyerapan uang tidak layak edar sebesar Rp3,62 miliar dalam kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Karimunjawa 2026.

Program tersebut untuk memastikan masyarakat di wilayah kepulauan tetap mendapatkan akses uang Rupiah layak edar sekaligus edukasi keuangan.

Ekspedisi Rupiah Berdaulat Karimunjawa 2026 berlangsung pada 8–11 Mei 2026. Dalam pelaksanaannya, Bank Indonesia bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut Lanal Semarang menggunakan KRI Hiu.

Kepala Perwakilan BI Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, mengatakan kegiatan ini menjadi bentuk sinergi strategis antara Bank Indonesia dan TNI AL dalam memperluas layanan kas hingga wilayah kepulauan dan daerah terpencil.

“Ekspedisi Rupiah Berdaulat Karimunjawa tahun ini merupakan pelaksanaan ketiga. Ini menjadi wujud komitmen kami dalam menjaga kedaulatan Rupiah sekaligus memperluas layanan keuangan hingga wilayah terdepan, terluar, dan terpencil,” ujar Nugroho di Semarang.

Dalam ekspedisi tersebut, tim BI Jateng menjangkau lima desa dan dusun yang berada di empat pulau di Kepulauan Karimunjawa.

Wilayah tersebut meliputi Desa Karimunjawa dan Desa Kemujan di Pulau Karimunjawa, Pulau Parang, Pulau Nyamuk, serta Pulau Genting.

BACA JUGA: Produk Wastra dan Kriya Jateng Kian Dilirik Pasar Internasional

Melalui layanan penukaran uang, masyarakat dapat menukarkan uang rusak atau tidak layak edar dengan uang Rupiah baru yang lebih layak digunakan untuk transaksi sehari-hari.

“Kami menargetkan penyerapan uang tidak layak edar dari masyarakat mencapai Rp3,62 miliar. Nantinya uang tersebut akan diganti dengan uang Rupiah layak edar agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan lancar,” jelas pria yang akrab di sapa Nunu itu.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi clean money policy atau kebijakan uang bersih yang terus Bank Indonesia jalankan. Guna menjaga kualitas uang Rupiah di masyarakat.

Selain layanan penukaran uang, BI Jateng juga memberikan edukasi kepada masyarakat. Melalui program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah serta literasi keuangan.

Dalam edukasi tersebut, masyarakat di ajak memahami pentingnya merawat uang Rupiah. Mengenali ciri-ciri keaslian uang, hingga memahami Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.

“Kami juga memberikan edukasi literasi keuangan agar masyarakat semakin bijak dan aman dalam menggunakan layanan keuangan,” katanya.

Nugroho menambahkan, kolaborasi antara BI dan TNI AL menjadi langkah penting untuk memperkuat inklusi ekonomi di wilayah kepulauan. Yang selama ini memiliki keterbatasan akses layanan keuangan.

“Sinergi ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjaga kedaulatan Rupiah sekaligus memperkuat akses ekonomi masyarakat di daerah 3T,” ujarnya. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp