Gaya Hidup

ExxonMobil Indonesia dan SKK Migas Umumkan Pengapalan ke-1000 dan Produksi Kumulatif 660 Juta Barel Minyak dari Blok Cepu

×

ExxonMobil Indonesia dan SKK Migas Umumkan Pengapalan ke-1000 dan Produksi Kumulatif 660 Juta Barel Minyak dari Blok Cepu

Sebarkan artikel ini
EMCL
Presiden ExxonMobil Carole Gall, umumkan Pengapalan (Lifting) ke 1.000 produksi Miyak dari Blok Cepu.

Kurnia menambahkan, produksi dari Blok Cepu merupakan penyumbang produksi migas nasional terbesar kedua untuk saat ini. Sedikit saja gangguan di blok ini akan sangat mempengaruhi profil produksi nasional.

Kurnia menyampaikan apresiasi karena saat ini kinerja produksi minyak dari Blok Cepu berada di atas target, baik target WP&B maupun APBN.

“Kami berharap kinerja baik ini dapat diteruskan. Ia meminta agar EMCL dapat terus menjaga safety dengan baik agar tidak ada kejadian yang dapat mengganggu operasional lapangan Banyu Urip,” katanya.

PR EMCL

Lebih lanjut Kurnia mengingatkan bahwa ke depan masih banyak pekerjaan yang harus selesai. Termasuk menyelesaikan pengeboran 6 sumur lanjutan dari Proyek BUIC agar kontribusi lapangan Banyu Urip.

Hal tersebut agar  terjaga dengan optimal agar dapat terus berkontribusi dalam memberikan penerimaan negara maupun pencapaian target peningkatan produksi minyak 1 juta barel per hari (BOPD) dan 12 miliar kaki kubik gas per hari (BSCFD).

“Kami juga memberikan apresiasi kepada EMCL yang telah memberikan kesempatan dan prioritas pada sumber daya Indonesia untuk menjadi tenaga kerja di ExxonMobil. Hal tersebut untuk mendukung operasinya sejak pengembangan Blok Cepu. Dua ratus dari talenta terbaik tersebut telah dikirim dalam penugasan internasional secara bergiliran untuk bekerja bersama talenta-talenta terbaik dunia. Termasuk juga program pengembangan masyarat (PPM) EMCL yang telah berkontribusi dalam mendukung berkembangnya perekonomian daerah dan masyarakat sekitar wilayah operasi,” terang Kurnia.

Pengembangan EMCL

Pencapaian ini menegaskan komitmen EMCL untuk menjadi mitra yang dapat diandalkan bagi pemerintah dalam mencapai swasembada energi di tengah transisi menuju energi hijau.

“Industri hulu migas sangat penting bagi masa depan energi Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Carole Gall, Presiden ExxonMobil Indonesia.

EMCL juga tengah mengembangkan program Banyu Urip Infill Clastic (BUIC) dengan sumur B13 yang sudah produksi perdana sebanyak 13.300 barel minyak pada 6 Agustus lalu.