Pengembangan ini akan meningkatkan produksi minyak Blok Cepu dan memperkuat keamanan energi Indonesia. Kemudian, memberikan kontribusi sekitar 25 persen terhadap produksi minyak mentah nasional.
Sejak tahun 2008 hingga 2023, total investasi sekitar Rp57 triliun (sekitar 4 miliar dolar AS). Blok Cepu telah menghasilkan lebih dari 660 juta barel minyak mentah. Selain itu, berkontribusi lebih dari Rp442 triliun (setara 29,5 miliar dolar AS) terhadap pendapatan negara.
Berdasarkan proyeksi Rencana Kerja dan Anggaran (WP&B), perkiraan cadangan Banyu Urip berpotensi meningkat dua kali lipat menjadi 1 miliar barel minyak. Alhasil, Indonesia dapat memperoleh tambahan pendapatan sebesar Rp421 triliun (sekitar 28,1 miliar dolar AS) dalam bentuk pendapatan pemerintah dan pajak.
Total pendapatan proyek Blok Cepu bagi Indonesia mencapai angka yang fantastis Rp864 triliun (sekitar 57,6 miliar dolar AS).
SDM EMCL
Selama proyek berlangsung, ExxonMobil telah mempekerjakan lebih dari 1.000 talenta terbaik Indonesia. Saat ini, lebih dari 99 persen operasi Blok Cepu dikelola oleh putra-putri terbaik tanah air.
Industri hulu migas yang kuat, ditambah dengan kebijakan pemerintah yang mendukung, akan terus meningkatkan manfaat berganda untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia.
“EMCL menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Direktorat Jenderal Migas, KUPP Brondong. Selain itu, pemerintah dan masyarakat lokal, Pertamina dan BKS PI Blok Cepu atas dukungan dan kerja sama yang berkelanjutan,” imbuh Carole.
Melalui kolaborasi dan kerja sama yang baik dari semua pihak, Indonesia dapat mencapai target produksi. Target produksi sebesar 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan 12 miliar kaki kubik gas per hari (BSCFD). (*).
Editor: Andi Naga Wulan.





