Jateng

Enam Hari Sekolah Belum Pasti Diterapkan 2026, Pemprov Jateng: Masih Himpun Masukan Warga

×

Enam Hari Sekolah Belum Pasti Diterapkan 2026, Pemprov Jateng: Masih Himpun Masukan Warga

Sebarkan artikel ini
Enam Hari Sekolah | Dana Desa Jateng
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, saat dijumpai di Stadion Jatidiri, Kota Semarang, Kamis, 11 Desember 2025 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Tiga hari jelang masuk sekolah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah belum dapat memastikan apakah wacana kebijakan enam hari sekolah akan diterapkan atau tidak di tahun 2026.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno, menyebut pihaknya masih membutuhkan kajian lebih dalam sebelum menerapkan aturan baru tersebut.

“Belum dipastikan ya [apakah akan diterapkan] di tahun 2026,” ujar Sumarno saat beritajateng.tv jumpai di Gedung Berlian, Kota Semarang, belum lama ini.

BACA JUGA: Siswanya Tak Setuju, Kepala SMAN 1 Semarang Justru Dukung Wacana Enam Hari Sekolah di Jawa Tengah

Sumarno menuturkan, wacana enam hari sekolah bagi SMA/SMK Negeri di bawah naungan Pemprov Jawa Tengah itu masih dalam kajian. Adapun kajiannya, kata Sumarno, meliputi masukan dari masyarakat dan elemen lain yang terlibat.

“Tentu saja kami pengin lebih komprehensif ya masukan dari semua masyarakat. Ini lagi dihimpun, supaya kesimpulan itu bisa menggambarkan secara keseluruhan dari semua unsur untuk nanti diputuskan apakah tetap lima atau nanti enam hari sekolah,” jelasnya.

Sudah Ada Kajian Enam Hari Sekolah, Tapi Belum Cukup

Kendati begitu, Sumarno mengungkap sudah ada hasil kajian perihal enam hari sekolah yang pihaknya terima. Namun, Sumarno merasa kajian itu belum cukup.

“Tadi sudah ada ajuan [kajian] ke kami, bagi saya masih kurang, makanya saya minta tambahan kajian lagi, masukan dari beberapa stakeholder yang belum masuk kajian tersebut,” jelasnya.

Ia meminta, kajian enam hari sekolah bisa mengakomodir seluruh kepentingan.

“Makanya saya minta untuk lebih perluas lagi, supaya nanti kesimpulannya bisa menggambarkan secara utuh, komprehensif, mewakili semua unsur. Jadi kami sangat berkeinginan, seperti apa keputusannya nanti, itu benar-benar juga sesuai harapan mayoritas masyarakat Jawa Tengah,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin, menegaskan kebijakan enam hari sekolah di tingkat SMA/SMK belum resmi berlaku dan masih dalam tahap perumusan.

BACA JUGA: Pemprov Jateng Ingin Terapkan Enam Hari Sekolah, Pengamat: Sabtu-Minggu Waktu Luang Murid-Guru

Pada November 2025 lalu, Gus Yasin mengaku kebijakan tersebut sudah mulai pihak Pemprov sosialisasikan di tingkat SMA/SMK.

Namun, saat beritajateng.tv jumpai di Muladi Dome Undip pada Selasa, 16 Desember 2025, Wagub Jawa Tengah dua periode itu mengaku belum ada pembaruan maupun penetapan perihal kebijakan itu. Ia pun mengaku kebijakan enam hari sekolah itu masih berlanjut perumusan lagi.

“[Update kebijakan enam hari sekolah] belum ya, kami masih tahap rumuskan lagi,” ujar Gus Yasin singkat.

Saat menanggapi apakah ada tenggat sebelum penetapan kebijakan baru, Gus Yasin mengaku belum ada. “Belum ada [batas waktu atau tenggat penetapan kebijakan enam hari sekolah], nanti ya,” pungkasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp