Jateng

Enggan Tanggapi Maraknya Kasus Pencabulan di Ponpes Jateng, Menag: Itu Nanti, Lain Kali

×

Enggan Tanggapi Maraknya Kasus Pencabulan di Ponpes Jateng, Menag: Itu Nanti, Lain Kali

Sebarkan artikel ini
Ponpes Jateng
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar usai menghadiri Launching Insersi Pendidikan Perkoperasian di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Jumat, 5 Juni 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

Gus Rozin menilai, peristiwa yang terjadi di Pekalongan menunjukkan bahwa kekerasan seksual bisa terjadi di berbagai lembaga dan tidak hanya di pesantren.
Dia juga mempertanyakan keberadaan sekolah formal di sebuah padepokan.

“Saya sendiri tidak memahami bagaimana padepokan bisa memiliki sekolah formal. Mungkin lebih tepatnya sekolah berasrama,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Gus Rozin juga menyoroti label kiai yang lazimnya tak mudah ԁisematkan kepada sembarang orang. Hal ini mengingat kasu kekerasan di Pati ternyata ԁilakukan oleh tabib dukun, bukan kiai. Gus Rozin meminta agar penegak hukum mengungkap status pelaku di dalam lembaga terkait.

“Saya mengimbau kepada para penegak hukum untuk tegas kalau ada kejadian semacam ini, dan ԁiungkap apa adanya kalau kiai bilang kiai, kalau bukan kiai juga bilang bukan kiai,” tandasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp