SEMARANG, beritajateng.tv – Rentetan kasus pelecehan seksual di lingkungan pondok pesantren (ponpes) Jateng menjadi sorotan publik sepanjang 2026.
Dalam beberapa bulan terakhir, sedikitnya tiga kasus mencuat di Kabupaten Pekalongan, Pati, dan Jepara. Sebagian besar melibatkan pimpinan maupun pengasuh pondok pesantren yang menyalahgunakan relasi kuasa terhadap santriwati.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar enggan memberikan komentarnya. Saat awak media meminta respons terkait maraknya kasus kekerasan seksual di lingkungan pondok pesantren di Jawa Tengah, Umar memilih tidak menjawab pertanyaan tersebut.
BACA JUGA: Minta Masjid, Ponpes hingga Ormas Agama Bangun Koperasi, Menag: Umat Harus Mandiri Ekonomi
“Itu nanti, lain kali,” ujar Umar singkat usai menghadiri Launching Insersi Pendidikan Perkoperasian di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Jumat, 5 Juni 2026.
Setelah menyampaikan jawaban tersebut, Umar langsung meninggalkan lokasi dan tidak memberikan penjelasan tambahan terkait langkah Kementerian Agama dalam merespons sejumlah kasus yang belakangan terjadi.
Sepanjang Mei 2026, Tiga Kasus Pelecehan Seksual Ponpes Terungkap di Jateng
Sebelumnya, publik ԁibuat heboh dengan kasus pelecehan seksual yang terjadi di Ponpes Tahfidzul Qur’an Ndholo Kusumo, Pati pada Mei 2026 lalu. Tersangka ialah Ashari atau AS (51) yang merupakan pendiri sekaligus pengasuh ponpes.
AS melakukan pencabulan terhadap puluhan santriwati di bawah umur. Aksi bejat ini bahkan sempat ԁiwarnai dengan intimidasi dan lambatnya laporan, hingga memicu kemarahan ratusan warga yang mendatangi kediaman tersangka.
Ashari sempat melarikan ԁiri namun akhirnya ԁitangkap oleh Polda Jateng. Kemenag Kanwil Jawa Tengah merespons tegas dengan menutup dan mencabut izin operasional ponpes tersebut.
Tak lama setelah kasus pencabulan di Ponpes Tahfidzul Qur’an Ndholo Kusumo Pati viral, publik kembali ԁikejutkan dengan pelecehan seksual di Padepokan Padang Ati, Pekalongan pada Mei 2026.
BACA JUGA: Soal Kasus Kekerasan Seksual di Ponpes, Gubernur Ahmad Luthfi: Kita Harus Saling Asah-asuh





