Kuliner

Es Puter Hidden Gem di Tengah Panasnya Semarang, Favorit Pemburu Jajanan Lawas

×

Es Puter Hidden Gem di Tengah Panasnya Semarang, Favorit Pemburu Jajanan Lawas

Sebarkan artikel ini
es puter cokelat
Pembeli saat menikmati es puter rasa cokelat, durian dan leci di bawah pohon dirindabg sekitar Jalan Purwosari Raya, Kecamatan Semarang Timur, Jumat, 22 Mei 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

“Yang selalu ada ya coklat sama durian karena itu favorit. Sisanya gantian, kadang alpukat, besoknya kelapa muda, kacang hijau, selingan lah,” katanya.

Harga es puter ini juga masih tergolong ramah di kantong. Dari yang dulunya dijual Rp1.000 hingga Rp1.500 saat masih berkeliling, kini satu porsi dibanderol Rp7 ribu.

“Ya awalnya Rp5.000 terus naik jadi Rp6.000. Naiknya seribu-seribu [setiap tahun],” ucapnya sambil tersenyum.

Di tengah menjamurnya dessert modern dan kafe estetik di Semarang, es puter tradisional seperti milik Pak Gondrong justru punya tempat tersendiri. Pembelinya datang dari berbagai usia, mulai anak muda hingga pelanggan lama yang sengaja mampir karena nostalgia rasa.

“[Pelanggan] ya umum semua [orang kerja, pelajar] karena murah, enak,” katanya.

Mulai Jualan Es Puter Jam 9.30 Pagi

Setiap hari Pak Gondrong mulai berjualan sekitar pukul 09.30 WIB hingga sore hari atau sampai dagangannya habis. Menurutnya, selama cuaca tidak hujan, es puternya hampir selalu ludes terjual.

“Kalau enggak hujan, [dagangan] habis,” ujarnya.

Salah satu pengunjung, Paskah Widi mengaku nostalgia dengan es puter. Menjamurnya jajanan modern saat ini justru membuatnya rindu dengan makanan-makanan jaman dulu.

“Aku kesini karena tahu dari sosmed. Kangen juga sama jajan es puter, karena sekarang kan yang sering kita jumpai kaya es krim, gelato gitu,” ujarnya.

Menurut Paskah, macam-macan varian rasa justru membuat banyak orang tertarik untuk membeli.

“Kan kalau dui rasanya paling cuma cokelat sama strawberry. Tapi sekarang banyak rasa lain jadi kaya apa ya? Es puter jaman dulu tapi rasanya juga ada penyesuaian sama jaman sekarang,” jelasnya.

BACA JUGA: Pelaksanaan Ujian Berbasis Komputer, Sejumlah Siswa SD di Semarang Sempat Kesulitan Ikuti OSN-K

Dengan harga Rp7.000 Paskah merasa puas bisa bernostalgia ke masa kecil saat menikmati es puter dengan perpaduan rasa cokelat dan durian.