Di balik kesederhanaannya, Es Puter “Ngisor Ringen” menjadi semacam hidden gem di tengah panasnya Semarang. Bukan hanya soal rasa dingin yang menyegarkan, tetapi juga suasana teduh, obrolan santai di bawah pohon, hingga sensasi menikmati jajanan lawas yang kini mulai sulit ditemukan.
Gerobak kecil itu mungkin tampak biasa bagi orang yang melintas. Namun bagi para pelanggan setianya, semangkuk es puter di bawah rindangnya pohon tua menjadi cara sederhana menikmati jeda di tengah riuh kota. (*)
Editor: Farah Nazila





