“Di awasi oleh gabungan tiga institusi dari Polresta Banyumas, dari Kabupaten Banyumas, dan dari Dinas ESDM Jawa Tengah,” tegasnya.
ESDM jelaskan foto Google Earth viral berasal dari proyek panas bumi lama
Dalam kesempatan itu, Agus juga meluruskan foto Google Earth yang viral di media sosial dan di kaitkan dengan dugaan tambang di Gunung Slamet. Ia memastikan gambar tersebut merupakan dokumentasi lama proyek panas bumi.
“Kalau yang viral foto Google Earth itu sebetulnya potongan foto tahun 2017-2018. Di mana pada saat itu ada kegiatan eksplorasi atau pengembangan panas bumi oleh PT Sejahtera Alam Energi,” jelasnya.
Menurutnya, perusahaan tersebut telah melakukan pemboran di tiga titik, namun tidak menemukan potensi panas bumi yang sesuai harapan.
“Sudah melakukan pemboran di tiga titik, namun ketiganya tidak menemukan potensi steam panas bumi yang sesuai, sehingga pada tahun 2023 mereka menghentikan kegiatannya,” ujar Agus.
Ia menegaskan, lokasi tersebut telah direhabilitasi di bawah pengawasan penegakan hukum kehutanan.
“Sudah ada pemberlakuan rehabilitasi di bawah pengawasan Gakkum Kementerian Kehutanan. Pada tanggal 11 Desember 2025 kami naik bersama Gakkum dan hasilnya teramati sudah tidak ada lagi bukaan, semuanya sudah penutupan lahan atau reboisasi kembali,” paparnya.
Soal bencana Sumatera, ESDM minta masyarakat waspada tapi tak berlebihan
Menanggapi kekhawatiran publik yang mengaitkan aktivitas tambang dengan bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera, Agus meminta masyarakat tetap waspada namun tidak berlebihan.
“Euforia bencana yang terjadi di wilayah Sumatera ini banyak narasi yang menyampaikan di sebabkan oleh kegiatan pertambangan, sehingga mempengaruhi masyarakat kita di Jawa Tengah,” ujarnya.
Ia menyinggung kejadian longsor di Banjarnegara dan Cilacap yang menurutnya bukan terpicu oleh aktivitas tambang.
“Di Jawa Tengah sendiri ada longsor kemarin yang cukup besar di Banjarnegara dan Cilacap, tapi itu bukan kegiatan pertambangan, melainkan kondisi curah hujan dan morfologi yang cukup terjal,” kata Agus.





