Namun, Fabio menegaskan keputusan akhir tetap akan disesuaikan dengan strategi dan karakter lawan yang di hadapi.
“Pemain yang kami pilih akan sesuai dengan strategi yang kami siapkan dan lawan yang akan kami hadapi. Strategi itu di buat untuk menjadi lebih baik bagi tim, bukan untuk individu,” tegasnya.
Fabio juga menekankan pentingnya keseimbangan permainan. Java United FC tidak hanya dituntut produktif ketika menyerang, tetapi juga harus memiliki organisasi pertahanan yang kuat.
“Kami harus berusaha keras untuk memiliki kekuatan defensif dan ofensif. Kami punya pemain-pemain di depan yang bisa melakukan hal itu,” jelasnya.
Seimbangkan Pertahanan dan Serangan
Keseimbangan antara pertahanan dan serangan menjadi salah satu pekerjaan utama Fabio menjelang pertandingan perdana.
Ia percaya materi pemain yang Java United FC miliki mampu memenuhi ekspektasi tersebut.
“Kami ingin menjaga keseimbangan antara defense dan attack. Sekarang kami punya pemain yang bisa memenuhi ekspektasi semua orang,” ujarnya.
Kini, waktu persiapan semakin menipis. Dua sesi latihan terakhir menjadi kesempatan bagi Fabio dan tim pelatih untuk memastikan seluruh detail strategi berjalan sesuai rencana.
Jawaban mengenai siapa yang akan menjadi starter, apakah Costa akan berduet dengan David da Silva. Atau bahkan apakah Java United FC menggunakan tiga penyerang, baru akan terjawab ketika pertandingan mulai.
Fabio pun memilih menyimpan rapat keputusan tersebut hingga hari pertandingan.
“Tonton saja apa yang akan dilakukan hari Minggu pukul 15.30. Datang dan lihat sendiri,” ucapnya.
Laga perdana Java United FC di BRI Super League 2026-2027 pun menjadi panggung pertama untuk membuktikan hasil persiapan panjang tim.
Setelah seluruh strategi dimatangkan di lapangan latihan, kini Laskar Kepodang Emas di tuntut menerjemahkannya menjadi penampilan dan hasil di pertandingan sesungguhnya. (*)





