Gaya Hidup

Fachri dan Koleksi Puluhan Jersey Messi, Mengenang Cerita Sang Idola dengan Hobi

×

Fachri dan Koleksi Puluhan Jersey Messi, Mengenang Cerita Sang Idola dengan Hobi

Sebarkan artikel ini
Fachri Anantyo saat memamerkan koleksi jersey Lionel Messi versi Barcelona dan Argentina miliknya. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)
Fachri Anantyo saat memamerkan koleksi jersey Lionel Messi versi Barcelona dan Argentina miliknya. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Bagi Fachri Anantyo, berakhirnya perjalanan Lionel Messi bersama Tim Nasional (Timnas) Argentina bukan sekadar momen perpisahan dengan seorang pemain sepak bola.

Di lemari rumahnya di Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, tersimpan puluhan jersey original yang merekam perjalanan panjang sang megabintang. Kala Messi bermain untuk FC Barcelona hingga mengantarkan Argentina meraih gelar juara dunia pada 2022.

Lebih dari 50 potong jersey dia koleksi selama lebih dari satu dekade. Setiap helai, bagi Fachri, memiliki cerita tersendiri, mulai dari kostum Barcelona pada masa kejayaan Messi hingga kostum Argentina.

Kostum biru muda tim Tango, di mana telah menjadi saksi penantian panjang para pendukunnya untuk melihat sang idola mengangkat trofi bergengsi Piala Dunia.

BACA JUGA: Fakta Hasil Indonesia Vs Thailand, Chang Suek Ungguli Garuda dalam Adu Ranking FIFA

Bagi Fachri, jersey bukan sekadar pakaian yang pemain kenakan di lapangan. Koleksi tersebut menjadi pengingat tentang pertandingan, gelar juara, dan perjalanan karier pemain berjuluk La Pulga yang selama bertahun-tahun menjadi idolanya.

Momen penampilan terakhir Messi bersama Argentina pada 7 Oktober 2026 pun terasa lebih personal baginya. Meski telah berusia 39 tahun, Messi masih mampu menunjukkan kualitas permainan dengan menyumbangkan satu gol dan dua assist dalam laga perpisahannya.

Fachri mengaku kagum melihat semangat Messi yang tetap menyala di penghujung perjalanannya bersama tim nasional.

“Mainnya bagus si Messi. Tadi juga ada momen bola umpan kejauhan buat Messi, tapi tetap dia kejar sampai akhirnya dapat. Menunjukkan kalau dia usia udah 39 tapi semangat mainnya masih ada. Sebenarnya juga masih bisa aja dia tetap main,” kata Fachri belum lama ini.

BACA JUGA: Emil Audero, Tinggalkan Klub Taipan Indonesia, Relakan Liga Champions

Bukan hanya penampilannya di lapangan yang membekas. Pesan Messi dalam perpisahannya juga menjadi bagian yang Fachri perhatikan.

Terutama ketika sang pemain mengingatkan pendukungnya untuk tetap memberikan dukungan kepada Argentina. Selain itu juga generasi pemain berikutnya.

“Tadi di speech terakhirnya kalau enggak salah ada kalimat dia ‘titip’ tetap support Argentina dan pemain lainnya yang masih muda-muda itu,” ucap dia.

BACA JUGA: Antara Emil Audero dan Maarten Paes, 2 Kiper Utama Timnas Indonesia Mana Paling Mahal?

Dari Jersey Diskonan hingga Puluhan Koleksi Original

Perjalanan Fachri menjadi kolektor jersey Messi ternyata tidak bermula dari barang mahal atau edisi langka. Ketertarikannya tumbuh sejak 2012, ketika masih duduk di bangku SMA. Dia mulai mencari jersey klub favorit melalui forum jual beli di media sosial Twitter.

Jersey original pertamanya adalah kostum Barcelona musim 2012/2013. Namun, dia baru membelinya pada 2015 dengan harga Rp160 ribu karena barang tersebut sudah memasuki masa diskon.

BACA JUGA: Indonesia Vs Jerman, Ter Stegen Geser Posisi Maarten Paes di Ajax Amsterdam

Pengalaman itu membentuk kebiasaannya dalam berburu koleksi. Alih-alih selalu mengejar jersey keluaran terbaru, Fachri memilih mencari barang original pada periode off-season ketika harganya lebih terjangkau.

“Jadi seperti sudah diskonan gitu,” katanya mengenang.

Menurut Fachri, strategi tersebut menjadi cara untuk tetap menekuni hobi tanpa harus mengeluarkan biaya terlalu besar. Dengan kesabaran mencari barang yang tepat, jersey original masih bisa didapatkan sesuai anggaran.

Menariknya, Messi bukan nama pertama yang ingin sia koleksi. Pada awalnya, Fachri justru tertarik mengumpulkan jersey Neymar, yang kala itu juga menjadi salah satu pemain populer FC Barcelona, di Spanyol.

BACA JUGA: Timnas Indonesia Juara, Warganet Berondong Akun Instagram Shin Tae Yong

Keputusannya beralih ke Messi muncul setelah dia bertemu dengan sesama kolektor di Semarang. Temannya menyarankan agar dia memilih Messi, karena perjalanan karier dan identitas sang pemain bersama FC Barcelona dapat nilai lebih ikonik.

Saran itu semakin relevan ketika Neymar meninggalkan Barcelona pada 2017. Sejak saat itu, Fachri mulai memusatkan koleksinya pada jersey Messi, pemain yang sejak kecil sudah akrab dengan kecintaannya terhadap sepak bola.

Kecintaan tersebut juga tidak lepas dari pengaruh sang ayah yang menyukai tim nasional Argentina. Kedekatan dengan sepak bola Argentina membuat perjalanan Messi bersama Albiceleste memiliki tempat tersendiri bagi Fachri.

Jersey Juara Dunia Jadi Koleksi Paling Berkesan

Di antara lebih dari 50 jersey original yang dia miliki, kostum Argentina saat menjuarai Copa America 2021 menjadi salah satu yang paling berkesan.

Bagi Fachri, gelar tersebut memiliki arti emosional setelah para pendukung Messi bertahun-tahun menanti keberhasilan sang pemain meraih trofi bersama tim nasional (Timnas).

Penantian itu berlanjut hingga Argentina menjuarai Piala Dunia 2022. Keberhasilan tersebut semakin melengkapi perjalanan Messi. Sekaligus menambah nilai kenangan bagi para kolektor yang mengikuti kariernya sejak lama.

BACA JUGA: Hasil Akhir, Rekap dan Statistik Timnas Indonesia Vs Thailand, Elkan Baggott Ciptakan Asa

Fachri juga memiliki jersey Argentina edisi Player Issue Piala Dunia 2022. Untuk mendapatkan koleksi tersebut, dia rela mengeluarkan uang hingga Rp4 juta.

Jersey itu bukan satu-satunya kostum yang memiliki tempat khusus di lemari koleksi Fachri. Dari perjalanan Messi bersama FC Barcelona, Fachri juga mengingat musim-musim ketika klub asal Spanyol tersebut meraih treble.

“Kalau yang di FC Barcelona pasti pas treble 2008/2009, 2010/2011, sama 2014/2015,” kata Fachri.

Deretan jersey itu sekaligus menggambarkan dua fase penting dalam perjalanan Messi. Barcelona menjadi panggung yang membesarkan namanya di level klub. Sedangkan Argentina menyimpan kisah panjang tentang perjuangan meraih gelar bersama tim nasional.

BACA JUGA: Potret Seniman Kaligrafi India Gori Yusuf Husen, Wariskan Teknik Klasik ke Penjuru Dunia

Bukan Investasi, Melainkan Cara Menyimpan Kenangan

Bagi sebagian kolektor, jersey original bisa menjadi barang buruan karena kelangkaan, harga jual kembali, atau potensi investasi.

Akan tetapi. alasan Fachri mempertahankan puluhan koleksinya lebih sederhan.Dia ingin menyimpan kenangan tentang era ketika Messi masih aktif bermain.

Setiap jersey bisa menjadi pintu untuk kembali mengingat pertandingan dan momen tertentu. Kostum yang tersimpan hari ini juga menyimpan cerita yang kelak bisa dibagikan kepada orang lain. Terutama generasi berikutnya yang mungkin hanya mengenal Messi melalui rekaman pertandingan.

Itulah sebabnya, bagi Fachri, nilai sebuah jersey tidak selalu ditentukan oleh harga saat membelinya. Ada pengalaman, perjalanan mencari barang, dan kenangan tentang prestasi pemain yang melekat pada setiap helai kain tersebut.

“Palingan buat memori flashback aja sih, buat bahan cerita besok kalau di zamannya Messi, jerseynya pakai yang ini,” bilang dia.

BACA JUGA: Nongkrong Sambil Main Mahjong, Ruang Interaksi dalam Tren di Kota Pelabuhan Semarang

Ketika perjalanan Messi bersama Argentina memasuki babak baru, puluhan jersey di lemari Fachri tetap menyimpan kisah yang tidak selesai bersama peluit akhir.

Koleksi itu baginya menjadi pengingat tentang seorang pemain. Sekaligus perjalanan panjang seorang penggemar yang mengikuti jejak idolanya melalui setiap kostum yang berhasil dia dapatkan. (*)

Editor: Diaz A Abidin

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp