Feature

Potret Seniman Kaligrafi India Gori Yusuf Husen, Wariskan Teknik Klasik ke Penjuru Dunia

×

Potret Seniman Kaligrafi India Gori Yusuf Husen, Wariskan Teknik Klasik ke Penjuru Dunia

Sebarkan artikel ini
Kaligrafi Klasik Gori Yusuf Husen
Seniman asal India, Gori Yusuf Husen saat menjelaskan tentang karya kaligrafinya yang dipamerkan di lantai dasar Mal Ciputra Semarang. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sejumlah karya seni kaligrafi klasik dipamerkan dalam rangka MTQ Nasional XXXI 2026 di Kota Semarang. di lantai dasar Mal Ciputra Semarang. Karya-karya itu diperkenalkan Gori Yusuf Husen, seorang seniman asal Gujarat, India.

Di tengah suasana mal yang modern dan dipenuhi aktivitas pengunjung, karya-karya kaligrafi tersebut menghadirkan nuansa berbeda. Perkamen, kain goni, serta warna-warna alami menjadi bagian dari karya kaligrafi klasik milik Gori Yusuf Husen ditampilkan.

Gori Yusuf Husen, mengatakan, sebagian karya yang dipamerkannya merupakan replika kaligrafi berusia ratusan tahun. Dia tidak menganggap dirinya sebagai pencipta tradisi baru, melainkan sebagai orang yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga pengetahuan seni tersebut tetap hidup.

“Saya tidak menciptakan sesuatu yang baru. Apa yang Anda lihat di sini, adalah replika karya kaligrafi berusia 600 hingga 1.200 tahun. Tugas saya sebagai seniman, adalah merawatnya, mendokumentasikannya, dan mengenalkannya kembali kepada generasi hari ini,” katanya saat ditemui belum lama ini.

BACA JUGA: Kolaborasi Bareng Seniman Muda, PORTA by Ambarrukmo Hadirkan Pameran Eksperimental Photography “Somewhere Blue”

Baginya, kaligrafi bukan sekadar karya seni yang bisa dipajang dan diperjualbelikan. Gori Yusuf Husen, mengatakan, tersebut justru memilih menjaga, mendokumentasikan, dan mewariskan teknik kaligrafi klasik kepada generasi berikutnya.

Sejauh ini, Gori Yusuf Husen telah berkecimpung di dunia seni selama 38 tahun. Dari perjalanan tersebut, selama 27 tahun dia secara khusus mendalami seni kaligrafi.

Pengalamannya membawa Gori Yusuf Husen menjelajahi lebih dari 45 negara. Perjalanan itu tidak semata untuk memamerkan karya, tetapi juga untuk mempertahankan teknik kaligrafi klasik yang menurutnya perlu terus dipelajari.

Pertahankan Teknik Kaligrafi Pewarna Alami

Salah satu hal yang membedakan karya Gori adalah penggunaan bahan-bahan alami. Dia tidak mengandalkan cat sintetis maupun bahan kimia modern untuk menghasilkan warna pada karyanya.

Pewarna dibuat dari berbagai bahan yang tersedia di alam, seperti dedaunan, kulit pohon hingga bebatuan yang ditumbuk.