Hukum & Kriminal

Fakta Kasus Pelecehan Anak oleh Trainer Gym di Semarang: Korban Mau Putus Dimintai Rp200 Juta

×

Fakta Kasus Pelecehan Anak oleh Trainer Gym di Semarang: Korban Mau Putus Dimintai Rp200 Juta

Sebarkan artikel ini
Kakao UGM | Pelecehan Anak Semarang
Kuasa hukum korban, Zainal Abidin Petir, saat dijumpai di Mapolda Jawa Tengah, Kota Semarang, Selasa, 13 Januari 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

“Sudah berjalan hampir satu tahun. Tanggal 15 November 2025 itu mulai ketahuan karena orang tuanya curiga,” ujarnya.

Korban ingin akhiri hubungan, Hangga minta uang Rp200 juta sebagai syarat, jika tidak bakal sebar video intim

Zainal mengungkap, korban sempat mengaku kepada orang tuanya bahwa ia butuh biaya besar dengan alasan akan melanjutkan kuliah ke luar negeri. Padahal, kata Zainal, keluarga korban berasal dari latar belakang petani.

“Dia (S) mengaku mau kuliah, butuh biaya sampai Rp400 juta dan habis. Orang tuanya itu petani. Sawahnya habis, ternak sapi dijual, saudara-saudaranya dipinjami. Katanya mau kuliah di Singapura,” jelasnya.

Kecurigaan keluarga semakin menguat saat Hangga mendatangi lokasi dekat kediaman korban pada malam hari dan terjadi keributan. Zainal menyebut, pelaku dugaannya menekan korban secara fisik dan meminta uang dalam jumlah besar sebagai syarat putus hubungan.

“Waktu itu Hangga datangi S, mendorong, mau mencekik, terjadi keributan. Dia (Hangga) minta uang Rp200 juta karena (korban) mau mengakhiri hubungan,” ungkap Zainal.

BACA JUGA: Polisi Sita Bukti Foto-Video, Korban Asusila Instruktur Fitnes Ungaran Dugaannya Lebih dari Satu

Ia mengatakan, Hangga mengancam akan menyebarkan video jika korban memutuskan hubungan tanpa memenuhi permintaan uang tersebut.

“Dia bilang, ‘Kalau kamu mau putus, kamu harus ngasih uang Rp200 juta,’” katanya.

Setelah keluarga korban semakin curiga, paman korban kemudian menghubungi Zainal untuk meminta arahan hukum. Hingga akhirnya, pada 15 November 2025, korban kembali pelaku ajak ke hotel.

“Nah, pas tanggal 15 November pelaku mengajak anak itu ke hotel. Saat sedang di hotel langsung kami amankan dan kami serahkan ke Polres Semarang di Ungaran,” ujarnya.

Ngaku duda ke korban, ternyata Hangga sudah menikah dua kali dan berstatus kawin

Zainal menegaskan, kondisi korban saat itu mengalami tekanan psikologis berat. Selain ancaman video, korban juga kerap pelaku mintai uang dengan berbagai alasan.