“Korban kemudian dibawa ke kamar mandi dan kepalanya dicelup-celupkan ke dalam ember yang ada di kamar mandi. Dirasa belum meninggal, tersangka sempat menusukkan gunting ke tangan kiri korban. Setelah itu, korban kembali dicelup-celupkan hingga akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian,” beber Indra.
Pelaku Incar Korban Sejak Siang, Polisi Ungkap Agus Sudah Paham Kondisi Rumah D
Polisi juga mengungkap, niat pelaku sudah muncul sejak siang hari sebelum kejadian. Target pelaku disebut hanya satu rumah, yakni rumah D saja, karena telah memahami situasi lingkungan sekitar.
“Dari hari H kejadian, sejak sekitar pukul 13.00, tersangka sudah mempunyai niatan untuk mengambil motor milik korban. Targetnya hanya di TKP itu saja, karena tersangka sudah mempelajari situasi di rumah korban. Rumahnya tidak berjauhan dan sudah saling mengenal,” ujarnya.
Usai kejadian, pelaku melarikan diri ke Kudus dan bersembunyi di rumah salah satu keluarganya.
Terkait senjata yang pelaku gunakan, polisi memastikan pelaku tidak membawa senjata tajam khusus dari rumah. Pelaku menghabisi D dan anaknya hanya dengan cutter. Sebab, kata Indra, D selalu mengantongi cutter lantaran dirinya bekerja sebagai teknisi di sebuah pabrik.
“Alat yang pelaku gunakan untuk melukai korban adalah pisau cutter. Cutter itu memang alat kerja tersangka sebagai teknisi dan selalu dia bawa di tasnya, bersama obeng dan peralatan lain,” jelas Indra.
Hasil visum menunjukkan ibu korban mengalami luka serius di banyak bagian tubuh. Polisi mengungkap, serangan tersebut langsung pelaku arahkan ke bagian vital.
“Untuk korban saudari D ditemukan 22 luka terbuka, 13 luka lecet, dan lima luka memar di berbagai area tubuh. Sebagian berada di daerah vital, khususnya leher dan kepala. Tidak ada pemukulan. Serangan langsung menggunakan cutter dan pisau,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





