SEMARANG, beritajateng.tv – Gelaran seni dan budaya besutan mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) Universitas Semarang (USM) bertajuk Festival Komukino kembali hadir lagi.
Berlangsung di Auditorium Ir. Widjatmoko Universitas Semarang, pada hari Kamis, 19 Desember 2024, Festival Komukino ke-10 ini bertekad mengangkat dan mempromosikan kekayaan budaya Jawa Tengah dengan mengusung tema “Jateng Bungah”.
Ketua Panitia 10th Festival Komukino, Daniel Kukuh Wibisono, menjelaskan, festival ini bertujuan untik nempenalkan budaya tradisional Jawa Tengah kepada generasi muda. Sehingga, acara yang dilaksanakan dibuat semenarik mungkin.
Mulai dari festival kuliner, festival budaya, lomba budaya kreatif, fashion show batik, hingga pertunjukan seni tradisional.
“Tema tahun ini adalah Jateng Bungah yang memiliki makna kebahagiaan dan semangat Jawa Tengah. Kami ingin agar generasi muda dapat merasakan kebanggaan terhadap budaya lokal mereka melalui acara ini,” kata Daniel kepada beritajateng.tv usai acara.
BACA JUGA: Festival Teater Pelajar XIV di Kudus, Ajang Kreativitas dan Apresiasi Seni Pelajar
Daniel menyampaikan, Festival Komukino juga menjadi ajang bagi mahasiswa untuk menerapkan teori-teori komunikasi dalam dunia nyata. Misalnya dalam mata kuliah Komunikasi Pemasaran.
Mahasiswa, kata Daniel, terlibat langsung dalam perencanaan, pelaksanaan, dan promosi festival. Sehingga memberi mereka pengalaman praktis dalam bidang komunikasi dan pemasaran.
“Dengan menggabungkan unsur-unsur tradisi dan teknologi, kami berharap dapat memberikan pengalaman yang edukatif sekaligus menyenangkan,” sambungnya.
Wadah mahasiswa belajar langsung sebelum terjun ke masyarakat
Sementara itu, Wakil Dekan I FTIK USM, Fajriannoor Fanani turut mengapresiasi jalannya Festival Komukino ini. Menurutnya, mahasiswa Ilmu Komunikasi USM telah berhasil belajar dalam mengelola dan memproduksi acara dengan skala yang luas dan beragam.
“Ini lebih dari acara budaya, festival ini bukti akademik yang mampu menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. Kami percaya pengalaman seperti ini akan menjadi bagian penting dalam mencetak lulusan yang kompeten dan relevan dengan perkembangan zaman,” kata Fajri.





