Syuting di Uzbekistan berlangsung selama sepuluh hari. Salah satu karakter utama, Omar, diperankan oleh aktor muda berbakat Endy Arfian, yang berperan sebagai keturunan campuran Indonesia–Uzbekistan. Film ini juga di bintangi oleh Daffa Wardhana, Steffi Zamora, dan Sita Permata Sari.
Usai menyelesaikan produksi, tim Pengin Hijrah langsung menggelar roadshow promosi di tujuh kota di Pulau Jawa. Semarang menjadi kota pertama yang disambangi, disusul Yogyakarta, Solo, Surabaya, Malang, dan Sidoarjo.
“Kami memilih Semarang sebagai kota pertama karena antusiasme anak muda di sini sangat tinggi. Setelah gala premiere di Jakarta, kami langsung menuju Semarang,” ungkap Budi.
BACA JUGA: Daftar 4 Film Indonesia yang Pernah Tayang Kini Kembali Hadir di Bioskop, Kisahnya Penuh Haru
Bagi Endy Arfian, memerankan Omar menjadi salah satu peran paling menantang sepanjang kariernya. Ia menggambarkan Omar sebagai sosok yang matang, berprinsip kuat, dan selalu berjuang memberikan pengaruh positif bagi orang di sekitarnya.
“Karakter Omar sangat berbeda dengan pribadi saya. Dia tegas, dewasa, dan punya nilai hidup yang kuat. Tantangannya, saya harus bisa menampilkan sisi manusiawinya, agar penonton bisa relate,” ujar Endy.
Karena Omar digambarkan sebagai keturunan Uzbekistan, Endy juga harus mendalami budaya dan bahasa lokal.
“Beberapa dialog menggunakan bahasa Uzbekistan. Jadi saya belajar logat dan kebiasaan mereka. Bahkan saat bicara bahasa Indonesia, saya tetap mempertahankan sedikit aksen khas Uzbekistan,” tambahnya.
Syuting di tengah suhu ekstrem juga menjadi pengalaman tak terlupakan. “Aksi di tengah salju itu luar biasa. Bibir kaku, badan gemetar, tapi tetap harus profesional,” kenangnya sambil tersenyum.
Sementara itu, Sita Permata Sari mengaku mendapat pengalaman baru lewat perannya sebagai mahasiswi berhijab.
“Awalnya agak canggung karena ini pertama kali saya memakai hijab dalam film. Tapi justru dari situ saya belajar banyak tentang makna hijrah dari sisi perempuan muda yang sedang mencari jati diri,” ungkapnya.





