SEMARANG, beritajateng.tv – Film horor berjudul Vina Sebelum 7 Hari telah menarik perhatian banyak sejumlah kalangan khususnya di sosial media. Sehingga antrean panjang di bioskop-bioskop terdekat menjadi hal yang biasa untuk mendapatkan tiket.
Terdapat beragam komentar dari netizen mengenai film ini, baik positif maupun negatif. Mengingat ceritanya yang didasarkan pada peristiwa nyata di Cirebon pada tahun 2016.
Beberapa netizen bahkan menyatakan bahwa penayangan film ini mungkin tidak sepenuhnya mendapat izin dari keluarga terkait. Menyikapi hal tersebut tentu pihak produksi film akan memberikan keterangan bahwa film ini memang layak untuk tayang.
BACA JUGA: Siap Tayang 6 Juni 2024 di Bioskop! Berikut Daftar Pemain Film Horor Paku Tanah Jawa
Sutradara film, Anggy Umbara, menegaskan bahwa film ini telah mendapat izin resmi dari keluarga Vina. Pihak keluarga bahkan juga berharap bahwa melalui film ini, para pelaku yang masih buron dari peristiwa tersebut dapat segera tertangkap.
Vina Sebelum 7 Hari
Dengan tertangkatnya peristiwa yang terjadi pada 2016 lalu ini, tentunya akan merugikan ketiga pelaku yang sampai saat ini masih menjadi buron. Bahkan dari film tersebut kini berhasil membuat pihak Polda Jabar mengumumkan kriteria ketiga pelaku dalam kasus tersebut.
Konon salah satu dari mereka yang sampai saat ini masih menjadi buron merupakan otak dari adanya peristiwa ini. Namun sayangnya, ketiga-tiganya tersebut masih dalam tahap pencarian dan belum berhasil tertangkap.
Banyak sekali netizen yang memberikan komentar negatif bahkan hujatan terkait film Vina Sebelum 7 Hari. Salah satunya yaitu menilai bahwa film ini terlalu berlebihan dalam menampilkan adegan tragis yang terjadi pada Vina.
BACA JUGA: Selain Badarawuhi di Desa Penari, Ini Film-film yang Dibintangi Aulia Sarah
Dari mereka juga menambahkan bahwa adegan tersebut seharusnya tidak pantas untuk tampil kembali terlebih lagi menggunakan nama asli bukan samara. Anggy Umbara selaku sutradara memberikan tanggapan atas komentar tersebut melalui podcast yang tayang di channel YouTube Kemal Palevi.
Ia menyampaikan bahwa film ini bukanlah film horor pada umumnya sehingga membuat tokoh Vina seolah-olah gentayangan. Dalam film tersebut hanya menyampaikan bagaimana peristiwa yang Vina alami dan hanya berharap mendapatkan keadilan dengan tertangkapnya tiga pelaku yang masih dalam status buron.
Ia juga menambahkan bahwa tidak ada adegan pelecehan seksual yang dapat merangsang pikiran para penonton. Justru dari film ini banyak pesan moral yang dapat menjadi pelajaran seperti dalam kasus bullying yang sering terjadi di sekitar kita. (*)





