SEMARANG, beritajateng.tv – Mencermati situasi keamanan yang berkembang, segenap elemen masyarakat Kabupaten Semarang deklarasikan ‘Siap Jaga Kabupaten Semarang Aman’.
Kegiatan ini berlangsung bersama-sama antara komponen masyarakat, Forkopimda Kabupaten Semarang dan juga Fokpimcam se-Kabupaten Semarang.
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mengungkapkan, hari ini dilaksanakan sebuah kegiatan bersama, berupa Deklarasi Bersama Elemen Masyarakat Kabupaten Semarang.
Kegiatan yang juga dihadiri segenap Forkopimda Kabupaten Semarang ini dilaksanakan untuk mewujudkan Kabupaten Semarang yang kondusif, aman, damai dan Sejahtera.
Kegiatan ini menindaklanjuti arahan dari Presiden RI serta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk mewujudkan situasi daerah yang tetap sejuk dan kondusif.
Untuk mewujudkannya, lanjut bupati, tentu membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Baik dari TNI/ Polri, DPRD, Satlinmas, ormas, ormas keagamaan, para relawan, pelajar dan lainnya.
“Sehingga Kabupaten Semarang tetap aman, tentram dan kondusif,” jelasnya, di Gedung Tennis Indoor, GOR Pandanaran, Wujil, Kabupaten Semarang, Senin, 1 September 2025.
BACA JUGA: Gelombang Demo Tak Kunjung Usai, Tokoh Agama Jateng Serukan Introspeksi Nasional
Bupati juga menyampaikan, sejauh ini situasi di Kabupaten Semarang tetap terkendali, dan harapannya, situasi yang tetap kondusif ini bisa terus di jaga.
Demikian pula kondisi keamanan di dalam negeri Indonesia juga bisa kembali kondusif seperti semula. Agar pembangunan bisa berjalan lancar, investasi bisa masuk.
“Sehingga bisa membuka lapangan kerja yang pada akhirnya juga akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di negara Indonesia tercinta ini,” tegas Ngesti.
Perihal penjagaan ketat sejumlah obyek vital seperti kantor Setda dan DPRD Kabupaten Semarang, bupati menjelaskan, merupakan bentuk kewaspadaan dan antisipasi.
Walaupun Kabupaten Semarang relatif kondusif, dalam mencermati perkembangan situasi yang terjadi antisipasi tetap harus terlaksana.
“Termasuk ikhtiar-ikhtiar lain, baik doa bersama untuk keselamatan dan keamaan bangsa dari para tokoh agama, Forum Kerukunan Antar Umat Beragama di Kabupaten Semarang,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolres Semarang, AKBP Ratna Quratul Ainy menambahkan, antisipasi tetap jajaran Polres Semarang lakukan untuk merawat dan menjaga kondusifitas daerah.
Kesiapsiagaan ini untuk menjaga dari berbagai hal yang tidak diinginkan. Di satu sisi kapolres juga berharap, seluruh warga di Kabupaten Semarang tetap tenang.
BACA JUGA: Marak Demo Ricuh, Bupati Semarang Ngesti Nugraha Ajak Warga Tangkis Berita Tak Benar
Tidak mudah terprovokasi atas situasi yang terjadi di daerah lain. Baik oleh informasi maupun kabar yang cenderung menyesatkan dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Sehingga, warga Kabupaten Semarang memilkki daya tangkal mnakala ada pihak- pihak dari luar Kabupaten Semarang yang coba mempengaruhi dan memprovokasi.
Kapolres juga menyampaikan, dalam mengantisipasi ini Polres Semarang tidak bekerja sendiri. Namun terdukung potensi masyarakat yang ada di Kabupaten Semarang.
Baik dalam mengamankan sejumlah perkantoran pemerintahan maupun obyek- obyek vital lain yang ada di wilayah Kabupaten Semarang.
Termasuk juga koordinasi dengan satuan kepokisian wilayah yan lain. “Sehingga sampai saat ini Kabupaten Semarang masih cukup kondusif,” tegas kapolres. (*)
Editor: Farah Nazila





