Ekbis

Forland Masuk Indonesia Saat Pasar Commercial EV Baru di Bawah 1 Persen, Siap Tangkap Peluang Logistik

×

Forland Masuk Indonesia Saat Pasar Commercial EV Baru di Bawah 1 Persen, Siap Tangkap Peluang Logistik

Sebarkan artikel ini
(Dari kiri ke kanan), Bobby Wiranata Adios Sales & Network Manager TUS, Chris Zhong Sales Director Forland, Cui Jue, GM Forland Indonesia Branch, JinHong Lin Darwin, Presiden Direktur TUS, APM Forland Indonesia, Radinal Mufti, Product & Aftersales Operation TUS, Yedi Sondi, General Manager TUS. (Dok.)
(Dari kiri ke kanan), Bobby Wiranata Adios Sales & Network Manager TUS, Chris Zhong Sales Director Forland, Cui Jue, GM Forland Indonesia Branch, JinHong Lin Darwin, Presiden Direktur TUS, APM Forland Indonesia, Radinal Mufti, Product & Aftersales Operation TUS, Yedi Sondi, General Manager TUS. (Dok.)

JAKARTA, beritajateng.tv – Produsen kendaraan niaga asal Tiongkok, Forland, resmi memasuki pasar Indonesia di tengah fase penting perkembangan kendaraan niaga listrik atau Commercial Electric Vehicle (EV). Perusahaan melihat momentum ini sebagai titik balik pasar, ketika struktur industri mulai berubah dan peluang kompetitif baru terbuka.

Saat ini, penetrasi kendaraan listrik penumpang di Indonesia sudah mencapai angka dua digit. Namun, adopsi kendaraan niaga listrik secara nasional masih berada di bawah 1 persen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasar masih sangat awal, tetapi dinamika permintaan mulai terbentuk.

Melihat peluang itu, Forland masuk ke Indonesia melalui kerja sama distribusi dengan PT Tangguh Utama Sejahtera (TUS).

“Jika kendaraan listrik penumpang sudah mendekati 15 persen penetrasi, kendaraan niaga listrik bahkan belum mencapai 1 persen. Ini bukan sekadar peluang bisnis, ini adalah kesempatan strategis untuk membentuk pasar sejak awal,” ujar Presiden Direktur TUS, Darwin JinHong Lin, dalam keterangan tertulis, Kamis 5 Maret 2026.

Pertumbuhan Logistik dan E-Commerce Dorong Permintaan

Permintaan kendaraan niaga di Indonesia sangat dipengaruhi ekspansi sektor logistik dan perdagangan digital. Sektor logistik nasional perkiraannya terus berkembang dengan pertumbuhan tahunan rata-rata sekitar 10–12 persen, didorong pembangunan infrastruktur, urbanisasi, serta peningkatan aktivitas e-commerce.

Berdasarkan laporan riset industri, nilai pasar logistik Indonesia pada 2024 diperkirakan mencapai sekitar Rp5.800 triliun atau lebih dari 20 persen produk domestik bruto (PDB) nasional. Angka tersebut menunjukkan peran strategis sektor logistik sebagai penggerak utama ekonomi domestik.

BACA JUGA: Dorong Akselerasi Pembiayaan Kredit Kendaraan, Bank Jateng Teken Kerja Sama dengan 14 Dealer Ternama

Di sisi lain, pasar logistik e-commerce Indonesia juga diproyeksikan tumbuh signifikan. Nilai pasar logistik e-commerce perkiraannya mencapai sekitar USD5,7 miliar pada 2026 dengan laju pertumbuhan tahunan sekitar 8,4 persen dalam beberapa tahun ke depan.