Para mamasayikh, ulama dan tokoh agama, lanjutnya, selama ini menjadi ‘patron klien’ atau panutan dan juga tauladan bagi masyarakat. Tak terkecuali dalam menjaga dan merawat situasi daerah agar tetap kondusif.
“Sehingga masyarakat tidak mudah terprovokasi dan terpengaruh oleh situasi yang terjadi di wilayah lain. Dan bahkan bisa saling menjaga satu sama lain untuk mewujudkan situasi yang rukun dan damai,” tegasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





