Sehingga ini akan memberikan semangat sekaligus motivasi bagi anak- anak penyandang disabilitas yang selama ini membutuhkan layanan pendidikan inklusif.
Menurutnya, pendidikan inklusif yang komprehensif sudah menjadi impian sejak lama di Kabupaten Semarang. “Pokja jadi langkah bagus mewujudkan pendidikan inklusif yang memadai,” tegasnya.
Dalam kesempatan acara Gebyar Pendidikan Inklusif 2026 ini, ini juga Dikukuhkan pula Hj Peni Yulianingsih Ngesti Nugraha sebagai Bunda inklusi Kabupaten Semarang. (*)
Editor: Farah Nazila





