SEMARANG, beritajateng.tv – Forum Pendidik Madrasah Inklusif (FPMI) Nasional sedang merintis pembentukan kelompok kerja (Pokja) Pendidikan Inklusif di tingkat Kabupaten Semarang.
Pokja ini nantinya akan berperan sebagai regulator antara kementerian, filantropi pendidikan, pegiat pendidikan inklusif, swasta dan pemangku kepentingan lainnya.
Ketua FPMI Nasional, Supriono mengatakan, hal ini sebagai ikhtiar FPMI dalam upaya mendukung penyelenggaraan sekolah/ pendidikan inklusif di Kabupaten Semarang.
“Sekarang sedang proses penyelesaian dasar formalnya dan jika terwujud ini yang pertama di tanah air,” jelasnya di acara Gebyar Pendidikan Inklusif, di Ungaran, Kabupaten Semarang, Sabtu 14 Februari 2026.
Supriono menambahkan rintisan pembentukan pokja diawali dengan deklarasi dan penandatanganan komitmen bersama untuk mendukung penyelenggaraan sekolah inklusif.
Kegiatan ini dilakukan bersama Bupati Semarang, Ngesti Nugraha. Ikut serta dalam deklarasi ini perwakilan DPRD dan Bunda inklusi Jawa Tengah, Hj Ade Komaria Saiful Mujab.
Selain itu juga perwakilan perguruan tinggi, tokoh masyarakat dan lainnya. “Deklarasi ini menjadi penting karena merupakan komitmen bersama lintas elemen untuk mewujudkan sekolah inklusif,” tambahnya.
BACA JUGA: Mudik Gratis Pemkab Semarang Ringankan Warga Perantauan, Ngesti: Kami Usahakan Tambah Armada
Sampai dengan awal tahun 2026, kata Supriono, sebanyak 47 Satuan Penyelenggara Pendidikan Inklusif (SPPI) telah menggelar pelayanan pendidikan yang ramah siswa penyandang disabilitas.
Sebanyak 19 SPPI di tingkat sekolah dasar dan menengah pertama sederajat berada di bawah koordinasi Dinas Pendidikan. “Sisanya, 28 SPPI di bawah Kementerian Agama,” tambahnya.
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha dalam kesemoatan ini menegaskan siap mendukung layanan pendidikan inklusif di satuan pendidikan yang ada di Kabupaten Semarang.
Bahkan dia merencanakan beasiswa khusus bagi 1.384 peserta didik inklusif pada tahun anggaran 2027. “Anak-anak inklusif memiliki hak yang sama termasuk soal pendidikan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Semarang, Ch Ratna Mindaryanti menyambut baik pembentukan Pokja Pendidikan Inklusif tersebut.





