Kampus berbasis keguruan nomor satu di Indonesia
Meski dikenal sebagai kampus keguruan, UPGRIS telah memperluas program studi ke bidang non-keguruan untuk menjawab kebutuhan zaman. Namun kekuatan UPGRIS di bidang pendidikan masih menjadi daya tarik utama.
“Kami bersyukur, branding UPGRIS sebagai kampus keguruan masih sangat kuat. Terlebih lagi dengan pendekatan digital yang relevan, kami tetap bisa bersaing dengan kampus-kampus lain,” tambah Noventia.
UPGRIS dikenal sebagai kampus berbasis keguruan, namun juga telah mengembangkan sejumlah program studi non-keguruan. Menariknya, menurut Noventia, hampir seluruh prodi di UPGRIS saat ini menjadi favorit dan memiliki peminat yang merata.
BACA JUGA: Daftar SMA/SMK Swasta Gratis di Kota dan Kabupaten Semarang, Bantuan Rp2 Juta per Siswa
Strategi ini terbukti efektif dalam meningkatkan daya tarik kampus di tengah persaingan ketat antar perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.
“UPGRIS masih sangat kuat dalam basis keguruannya dan dipercaya sebagai perguruan tinggi PGRI nomor satu di Indonesia,” tegas Noventia.
Meskipun tidak menetapkan batas kuota penerimaan mahasiswa, UPGRIS tetap memiliki target internal sebagai bentuk motivasi bagi seluruh tim. Noventia optimistis dapat menuntaskan gelombang terakhir dengan hasil optimal. (*)
Editor: Farah Nazila





