Gagal Ginjal Akut pada Anak Bisa Disembuhkan, Ini Gejalanya

Para narasumber dalam Sosialisasi Non Perda "Waspada Obat Sirup Penyebab Gagal Ginjal" yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang. (wahyu robert/beritajateng.tv)

SEMARANG, 13/11 (beritajateng.tv) – Merebaknya kasus gagal ginjal pada anak yang disebabkan obat sirup membuat masyarakat resah. Terutama bagi mereka yang memiliki balita. Sosialisasi yang gencar perlu dilakukan agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar akan obat yang aman.

Hal tersebut menjadi bahasan dalam Sosialisasi Non Perda “Waspada Obat Sirup Penyebab Gagal Ginjal” yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, Kamis (10/11/2022). Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto yang hadir secara virtual mengatakan, hal ini diperparah banyaknya informasi hoaks yang muncul di media sosial.

“Pemerintah perlu proaktif mengatasi permasalahan ini. Ini penting agar keresahan tak berkepanjanan,” ujarnya dalam acara yang dimoderatori Nurkholis tersebut.

Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto hadir virtual dalam Sosialisasi Non Perda “Waspada Obat Sirup Penyebab Gagal Ginjal” yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang. (wahyu robert/beritajateng.tv)

Bambang menambahkan, semua anggota DPRD Jateng aktif memantau kasus ini. Dalam setiap pertemuan dengan masyarakat, banyak yang menanyakan permasalahan tersebut. Politisi PDI Perjuangan tersebut menegaskan, penanganan kasus gagal ginjal pada anak tak bisa dilakukan secara sektoral saja. Dia meminta tokoh masyarakat dilibatkan dalam sosialisasi.

Sub Koordinator Kefarmasian dan Perbekalan Kesehatan Dinkes Kabupaten Semarang Dian Rahayu menjelaskan selama ini obat untuk anak-anak dibuat dalam bentuk sirup agar dosisnya tepat. Sebab obat yang digerus atau puyer harus ditimbang dengan tepat agar dosisnya benar. Hanya saja, ada obat yang tak bisa larut dalam air. Maka produsen menambahkan pelarut. Bahan pelarut inilah yang diduga menyebabkan gagal ginjal pada anak.

“Saat ini memang banyak obat sirup ditarik dari pasar. Namun masyarakat jangan khawatir jika anak sakit, cukup tanya apoteker minta obat yang aman,” ungkapnya.

Dia mengatakan, gangguan ginjal pada anak memiliki sejumlah gejala. Diantaranya bengkak simetris di kaki kiri dan kanan, hematuria atau adanya darah dalam urin, leukisituria atau peningkatan jumlah leukosit dan sel darah putih pada urin, peningkatan pengeluaran protein melalui urin, dan penurunan produksi urin.

“Selain itu anak dengan gangguan ginjal biasanya mengalami gangguan pertumbuhan, pucat dan anemia, kelainan tulang, sesak, serta demam berulang,” ujarnya.

Dian menjelaskan, kendati berisiko membahayakan nyawa, gagal ginjal akut dapat disembuhkan jika dideteksi dan diobati sejak dini. Langkah pencegahan dapat dilakukan dengan memastikan perilaku hidup bersih dan sehat, cuci tangan, makan makanan bergizi seimbang, tak jajan sembarang, minum air matang, hingga memastikan imunisasi anak.

“Jika anak mengalami gejala yang mengarah pada gagal ginjal akut, segera konsultasikan ke tenaga kesehatan,” pesannya.

Sementara Sekretaris Kecamatan Sumowono Cholid Mawardi mengatakan sangat mendukung kegiatan sosialisasi ini karena bermanfaat bagi masyarakat. “Sosialisasi mengenai kewaspadaan terhadap obat sirup yang menimbulkan penyakit gagal ginjal akut ini sangat tepat. Masyarakat bisa lebih memahami dan mengantisipasi obat-obatan yang berbahaya, khususnya buat anak-anak,” kata Cholid. (adv)

editor: ricky fitriyanto

Leave a Reply