Politik

Ganjar Babak Belur di Kandang Sendiri, Pengamat Ungkap Banyak Faktor Kekalahan 03 di Jateng

×

Ganjar Babak Belur di Kandang Sendiri, Pengamat Ungkap Banyak Faktor Kekalahan 03 di Jateng

Sebarkan artikel ini
ganjar nasional | Ganjar Azan | PKB PDIP | Prabowo-Gibran PDI Perjuangan | Jokowi PDI Perjuangan | Jokowi Debat | Ganjar-Mahfud | Presiden Jokowi | Ganjar Jateng
Pengamat politik sekaligus dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Diponegoro (Undip), Wahid Abdulrahman. (Foto: Dok. Pribadi)

Faktor kedua, Pilpres tak hanya berkutat soal figur dan bintang Capresnya. Melainkan mesin pemenangan partai bagi Wahid juga berperan penting. Dalam hal ini, Wahid mengungkap adanya fenomena yang menarik.

“Ada sedikit fenomena yang menarik. Di internal, PDIP relatif memperkuat Pilegnya, tapi Pilpresnya tidak maksimal. Kebalikan, Gerindra justru memperkuat Pilpres ketimbang Pileg,” akunya.

Selain parpol sebagai mesin pemenangan, faktor jaringan yang kuat juga mampu mendongkrak kemenangan Prabowo-Gibran di kandang banteng.

“Jaringan sebagai bagian dari mesin pemenangan. Seperti jaringan keagamaan, perangkat desa, tokoh-tokoh agama. Luar biasa ini paslon 02 penetrasinya di Jawa Tengah. Serta relawannya juga cukup masif,” sambungnya.

BACA JUGA: Ganjar-Mahfud Tertinggal Jauh di Quick Count Pemilu, Alam Ganjar Beri Pesan Haru Ini

Masyarakat Jawa Tengah pilih keberlanjutan Jokowi ketimbang perbaikan Ganjar

Di antaranya banyak faktor pendukung kemenangan paslon 02 di Jawa Tengah, Wahid menuturkan bahwa faktor figur Jokowi yang kuat tak bisa terelakkan. Padahal, lanjutnya, jabatan Ganjar sebagai seorang Gubernur Jateng ialah 10 tahun.

Wahid menyayangkan, ketokohan Ganjar tersebut tak mampu membuat masyarakat Jateng yang ia pimpin sendiri selama dua periode memenangkan pihaknya dalam Pilpres 2024.

“Nampaknya ketokohan Ganjar di Jateng sebagai mantan gubernur tidak cukup banyak melekat di masyarakat ketika dihadapkan pada Pilpres,” bebernya.

Abu-abunya arah program Ganjar, menurut Wahid, juga memantik kebingungan masyarakat Jawa Tengah. Pasalnya, sebelum Gibran maju sebagai Cawapres Prabowo, Ganjar sering mengelukan bahwa pihaknya akan melanjutkan program Jokowi jika ia terpilih menjadi Presiden ke-8.

“Ada isu keberlanjutan. Melanjutkan program Pak Jokowi jauh lebih bisa diterima masyarakat, itu bisa memperkuat elektabilitas paslon 02, dibandingkan dengan isu perbaikan oleh paslon 03,” jelas Wahid.

Terlebih, kartu tani yang diluncurkan saat pemerintahan Joko Widodo menjadi pukulan telak bagi Ganjar-Mahfud di Jawa Tengah. Apalagi, bagi Wahid, basis petani sangatlah besar di provinsi ini.