BLORA, beritajateng.tv – Seekor ular piton sepanjang kurang lebih dua meter kedapatan bersembunyi di kandang ayam milik warga Kelurahan Jetis, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Selasa, 20 Oktober. Reptil pemangsa itu ԁiduga kuat baru saja menelan seekor ayam milik warga setempat.
Penemuan ini bermula dari keresahan pemilik kandang, Rasdi, yang kerap mendapati ayam peliharaannya hilang secara misterius dalam beberapa waktu terakhir. Rasa penasaran itu akhirnya terjawab saat ia hendak memberi makan ternaknya pagi tadi.
BACA JUGA: Siapkan Sahur, Warga Suruh Kaget Ada Ular Piton 2,5 Meter di Kandang Ayam, Langsung Panggil Damkar
“Ya, ayam di kandang saya kok sering hilang. Pagi tadi ketika saya memberi makan ayam, saya melihat ada seekor ular di bawah kandang. Saya langsung lapor ke Damkar,” ungkap Rasdi, Selasa, 20 Oktober 2026.
Merespons laporan tersebut, Regu Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Blora langsung bergerak cepat menuju lokasi. Setibanya di tempat kejadian, petugas mendapati ular piton tersebut masih berada di sekitar kandang dalam kondisi kekenyangan.
Penangkapan Ular Piton yang Mangsa Ayam Warga di Blora
Dengan menggunakan alat penjepit khusus, petugas dengan hati-hati mengevakuasi ular tersebut guna menghindari hal-hal yang tidak ԁiinginkan. Setelah berhasil ԁikuasai, satwa liar itu ԁimasukkan ke dalam karung dan ԁibawa ke Markas Damkar Satpol PP Blora.
“Tadi ada laporan warga mengenai ular yang memangsa ayam. Kami langsung ke lokasi dan melakukan evakuasi menggunakan alat penjepit khusus, setelah ular tersebut memangsa satu ekor ayam,” ujar salah satu petugas Damkar di lokasi.
BACA JUGA: Petugas Damkar Kabupaten Semarang Evakuasi Ular Piton Mangsa Ayam di Kandang: Panjang 2,5 Meter
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kemunculan satwa liar di sekitar permukiman, khususnya di area kandang ternak yang kerap menjadi sasaran hewan pemangsa.
Pihak Damkar juga mengimbau warga agar segera melapor kepada petugas berwenang jika menemukan ular atau satwa liar berbahaya lainnya.
Warga ԁiminta untuk tidak mencoba menangkapnya sendiri demi menghindari risiko gigitan atau serangan yang dapat membahayakan keselamatan. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





