SEMARANG, beritajateng.tv – Kebijakan efisiensi disebut turut berkontribusi terhadap lesunya bisnis pariwisata dan sektor esensial yang menjadi pendukung industri pariwisata.
Kendati begitu, stakeholder kepariwisataan di Kabupaten Semarang terus berupaya melalui berbagai cara agar bisnis ini tidak ‘kekurangan darah’ dan tetap bergairah.
Tujuannya agar roda perekonomian di sektor pariwisata tetap berputar dan terus menggeliat. Salah satunya melalui kegiatan Gedongsongo Travel Mart.
Hal ini terungkap dari acara pembukaan Gedongsongo Travel Mart ke-6, di Abimantrana Ballroom, The Wujil Resort & Conventions Ungaran, Rabu, 27 Agustus 2025 malam.
Menurut Ketua Panitia Pelalsana Gedongsongo Travel Mart ke-6 tahun 2025, Taufik Istiyanto, kegiatan ini mempertemukan antara buyer dengan seller produk pariwisata.
“Total ada 80 buyer se-Jawa dan Bali serta 48 seller atau pemilik produk pariwisata yang ada di Kabupaten Semarang,” ungkapnya, kepada awak media.
BACA JUGA: Prediksi Pemudik Kapal Lebaran 2025 Meningkat, PT Pelni Imbau Beli Tiket Online Agar Tak Tertipu Calo
Dibandingkan dengan penyelenggaraan Gedongsongo Travel Mart tahun sebelumnya, kali ini memang ada penurunan jumlah partisipan.
“Kalau saya boleh jujur, faktornya efisiensi yang dampaknya sangat terasa oleh penyedia akomodasi maupun penyelenggara event,” tambahnya.
Ia mencontohkan anggota PHRI di Bandungan. Sudah banyak yang terpaksa harus mengurangi karyawan akibat benan yang luar biasa untuk menjaga kestabilan usahanya.
Maka, kegiatan Gedongsongo Travel Mart ini menjadi salah satu kiat untuk ‘menyambungkan’ kembali dengan para buyer produk pariwisata.
Harapannya tentu akan terjadi simbiosis hingga kemjdian terbangun komitmen bersama yang saling memberikan keuntungan.
“Sehingga akan mampu membangkitkan dan menggairahkan bisnis sektor pariwisata dan akomodasi pendukungnya di Kabupaten Semarang ini,” tegasnya.
Maka, masih kata Taufik, di tengah program efisiensi anggaran lembaga pemerintahan, Gedongsongo Travel Mart kali ini tetap akan memberi dampak yang positif.
“Kami menargetkan mampu membukukan contract rate sampai hingga Rp 1 miliar dari penyelenggaraan Gedongsongo Travel Mart kali ini,” tandas Taufik.





