Jateng

Geger DPC Mundur Massal, DPW PSI Jateng Ungkap Alasan Ketua DPD Semarang di-PLT

×

Geger DPC Mundur Massal, DPW PSI Jateng Ungkap Alasan Ketua DPD Semarang di-PLT

Sebarkan artikel ini
DPC PSI Kota Semarang
Aksi 13 DPC PSI Kota Semarang menyatakan undur diri dari kepengurusan partai dan mengembalikan aset di Kantor DPD PSI Kota Semarang, Jalan Jagalan, Kecamatan Semarang Tengah, Minggu, 22 Februari 2026 malam. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

Dinamika Internal yang Ternilai Berlebihan

Meski mengakui adanya reaksi dari sebagian kader, Yogo menilai polemik yang muncul sebenarnya berawal dari perbedaan penerimaan terhadap keputusan organisasi.

“Dan sekali lagi ini hal yang wajar dinamika cuma tapi enggak nyangka mereka apa ributnya sampai. Dan saya sayang saja, kita sedang membuat program untuk Semarang,” ujarnya.

DPW PSI Jateng juga memastikan kondisi organisasi di Kota Semarang tetap solid dengan dukungan DPC yang masih aktif. Program partai, terutama menjelang Ramadan, disebut tetap berjalan seperti pembagian takjil dan kegiatan sosial lainnya.

“Kami Semarang masih solid, masih baik-baik. Semalam saya ketemu dengan DPC-DPC yang solid, yang aktif. Kita sedang nyusun bagi takjil, buka puasa bersama di panti asuhan,” katanya.

Yogo memastikan bahwa pihaknya telah menyiapkan pengurus pengganti untuk mengisi kekosongan di enam DPC yang mundur agar tidak akan menghambat program partai.

“Kami kan secara organisasi tidak mau juga kosong terlalu lama dan kami sudah siapkan juga orang-orang pengganti,” jelasnya.

Terkait aksi sejumlah 13 DPC PSI Kota Semarang yang mengundurkan diri dari kepengurusan, Yogo menyebut bahwa hanya 6 DPC yang undur diri dari total 16 DPC.

“Iya, satu kami harus klarifikasi dulu soal jumlah. Setahu saya kalau lihat di plang dan data bukan 13, tapi hanya 6 DPC. Bisa dilihat di gambar di video itu hanya 6 plang DPC yang di bawah dan kami punya data. Enam DPC yang menyatakan mengundurkan diri, mengembalikan mandat,” ujarnya.

DPW PSI Jateng, lanjutnya, tetap menghormati keputusan pengurus yang mundur, meskipun menyayangkan proses komunikasi yang ternilai tidak berjalan optimal.

“Ya, kami apa menghormati keputusan mereka. Tapi sekali lagi ini dinamika yang biasa di sebuah organisasi. Pergantian ketua, pergantian apa-apa kan biasa,” katanya.

Yogo berharap dinamika internal tersebut dapat segera selesai sehingga seluruh kader dapat kembali fokus membesarkan partai di Kota Semarang.