Jateng

Gema Ujana, Silaturahmi dengan Hutan Melalui Pameran Seni

×

Gema Ujana, Silaturahmi dengan Hutan Melalui Pameran Seni

Sebarkan artikel ini
seniman
Penampilan kolaborasi para seniman pada pembukan pameran Gema Ujana, di Pasar Tegalan, lingkungan Tegalombo, Kelurahan Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SALATIGA, beritajateng.tv – Tidak seperti lumrahnya sebuah pameran, beragam karya seni rupa dan seni kriya berlangsung di tegalan, lahan pertanian kering yang cukup teduh dengan vegetasi yang rapat.

Tak ada etalase ‘wah’ apalagi ambience berupa alunan instrumen yang kental dengan elemen estetika. Kecuali kicau burung, walang (belalang) kerik serta dedaunan yang tertiup angin.

Namun suasana natural inilah yang terhadirkan sekaligus menjadi kekuatan dari pameran ‘Gema Ujana’, kolaborasi Komunitas Soramata dengan pengelola Pasar Tegalan.

Selama tiga hari, 5 – 7 Juni 2026, pameran unik ini berlangsung di lokasi Pasar Tegalan, lingkungan Tegalombo, Kelurahan Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga.

Titi Permata dari Komunitas Soramata mengatakan, sesuai dengan titel pameran, ‘Gema Ujana’ merupakan sebuah bentuk silaturahmi antara manusia dengan hutan.

BACA JUGA: Hobi Klasik! Koleksi Uang Kuno Dunia Jadi Tren Baru Anak Muda di Pameran Numismatik Semarang

Karena itu, pameran ini berlangsung di kawasan Pasar Tegalan, Tegalombo yang masih cukup asri karena beragam pepohonan yang rindang serta tumbuh rapat.

“Gema Ujana sebagai simbol suara hutan yang sangat perlu kita dengarkan,” ungkapnya, saat beritajateng.tv temui usai acara pembukaan pameran, Jumat 5 Juni 2026 malam.

Menurutnya, pameran Gema Ujana ini terwujudkan bersama-sama para seniman untuk membangkitkan kembali kepekaan terhadap keberlanjutan lingkungan.

Pemilihan Pasar Tegalan sebagai lokasi pameran juga bukan tanpa sebab. Pasar Tegalan pernah menjadi lokasi wisata ‘klangenan’ dengan ciri khas menjual aneka kuliner tradisional.

Transaksinya pun berlangsung dengan cara tradisional. “Ini bagian dari yang ingin kami bangkitkan kembali, nilai- nilai tradisional yang bisa menjadi daya ungkit perekonomian,” jelasnya.

Titi me ambahkan, pameran ini menampilkan beragam karya seni. Mulai dari seni rupa, seni membatik, seni tempa logam dan lainnya, termasuk produk kerajinan tangan estetik lainnya.

BACA JUGA: Semarak Pameran Alutsista Penerbad Expo 2025, Helikopter Mil Mi-17 Buatan Rusia Jadi Primadona