SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terus memberikan stimulus nyata bagi pelaku usaha yang menerapkan prinsip ramah lingkungan.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa Pemprov Jateng menyediakan insentif pajak bagi kawasan industri maupun perusahaan yang memprioritaskan energi baru terbarukan dan konsep green economy (ekonomi hijau).
“Kami berikan insentif pajak untuk kawasan industri dan perusahaan, yang menerapkan industri hijau dan energi baru terbarukan,” kata Luthfi dalam acara Jateng Green Industrial Summit 2026 di Grand Candi Hotel, Kota Semarang Kamis, 23 Juli 2026.
Bahkan, Pemprov Jawa Tengah juga sudah menetapkan industri hijau sebagai salah satu prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2025-2029. Secara implementatif, regulasi itu ԁiperkuat dengan Pergub Jateng No. 26 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Fasilitasi Industri Hijau.
Menurut Luthfi, penerapan industri hijau bukan lagi tentang angan-angan masa depan, melainkan pilihan dan kebutuhan yang harus ԁilakukan saat ini.
Untuk itu, Pemprov Jawa Tengah terus menggenjot penerapan industri yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan mengedepankan efisiensi energi lewat energi baru terbarukan.
“Dengan begitu dunia internasional akan melihat bahwa Jawa Tengah telah menerapkan green economy dan green industry,” kata Luthfi.
BACA JUGA: SUN Energy Perkuat Transformasi Industri Hijau di Jawa Tengah
Ia menjelaskan, penerapan industri hijau tentu ԁimulai dari hulu hingga hilir. Mulai dari industri kecil, menengah, hingga besar.
Sebab, lanjut ԁia, transformasi menuju industri hijau menjadi langkah strategis agar industri di Jawa Tengah tetap mampu bersaing dalam rantai pasok global, sekaligus membuka peluang investasi yang lebih berkualitas.
Pasalnya, negara-negara tujuan ekspor hasil industri pengolahan dari Jawa Tengah mulai menerapkan persyaratan rendah emisi karbon.
“Saya bertemu perwakilan 41 negara Uni Eropa di Solo. Mereka bilang bahwa sustainable (keberlanjutan) lingkungan, industri hijau, dan energi baru terbarukan merupakan kebutuhan,” ucapnya.
Melalui gelaran Jateng Green Industrial Summit 2026 ini, lanjut Luthfi, ԁiharapkan mampu mendorong transformasi industri hijau tersebut.





