SEMARANG, beritajateng.tv – Pelaksanaan pengambilan rapor di SMP Negeri 2 Semarang berlangsung berbeda. Kehadiran para ayah tampak mendominasi ruang-ruang kelas saat mendampingi anak mereka mengikuti agenda evaluasi hasil belajar.
Fenomena tersebut sejalan dengan Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR), program pemerintah yang mendorong peran aktif ayah dalam pengasuhan serta pendidikan anak di lingkungan keluarga.
Di SMPN 2 Semarang, pengambilan rapor tidak hanya sebatas menerima nilai dan berdiskusi singkat dengan wali kelas. Sekolah ini menerapkan Student Led Conference (SLC), metode yang memberi ruang kepada siswa untuk menjelaskan sendiri capaian belajarnya kepada orang tua.
Melalui SLC, setiap siswa mendapat waktu sekitar 15 menit untuk mempresentasikan perkembangan akademik dan nonakademik di hadapan orang tua. Proses presentasi tersebut juga direkam dalam bentuk video sebagai dokumentasi sekaligus bentuk pertanggungjawaban siswa atas proses belajarnya.
Kepala SMPN 2 Semarang, Nining Sulistyaningsih, menjelaskan bahwa sejak awal tahun ajaran, siswa diajak menyusun kontrak belajar yang mencakup target akademik, penguatan karakter, penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, serta pengembangan minat dan bakat.
“Target disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak. Tidak semua mata pelajaran harus meningkat, mereka memilih sendiri mana yang perlu diperbaiki berikut strategi pencapaiannya,” ujar Nining saat ditemui di sekolah pada Jumat, 19 Desember 2025.
BACA JUGA: Ibu Sakit Ayah Meninggal, Ada Cerita Haru Di Balik Petugas Damkar Semarang Ambilkan Rapor Siswa
Ia menambahkan, pendekatan tersebut menempatkan siswa sebagai subjek utama pembelajaran sehingga mereka terbiasa bertanggung jawab terhadap proses dan hasil belajar yang dijalani.
Menurut Nining, GEMAR turut mendorong peningkatan keterlibatan ayah dalam pendidikan anak. Jika sebelumnya pengambilan rapor lebih sering ibu lakukan, kini peran ayah terlihat semakin signifikan.
“Pengasuhan tidak bisa hanya dibebankan pada satu pihak. Ayah dan ibu harus bekerja sama, dan hari ini terlihat cukup banyak ayah yang hadir langsung,” tegasnya.
Salah satu orang tua siswa, Kuncoro Aji, yang juga alumni SMPN 2 Semarang, mengaku sengaja datang untuk mengambil rapor anaknya. Ia menilai keterlibatan ayah sangat penting dalam mendampingi pendidikan dan tumbuh kembang anak.
Aji menyebut sejak lama telah membagi peran pengasuhan dengan istrinya. Saat sang istri bekerja, ia mengambil alih pendampingan anak, termasuk urusan sekolah.
“Saya yang mengambil rapor anak-anak dari SD sampai SMA. Istri bekerja, jadi saya bagi tugas dan fokus mendampingi anak,” katanya.
Ia mengaku senang dapat mengetahui langsung perkembangan belajar anaknya. Menurutnya, keterlibatan ayah dalam kegiatan sekolah dapat memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak.
“Kedekatan anak dengan bapak dan orang tua itu penting. Ayah sebaiknya meluangkan waktu, mulai dari mengantar sekolah sampai mengambil rapor agar hubungan emosional lebih terbangun,” ujarnya.
BACA JUGA: Prospek Karier Menjanjikan, Ini 6 Sekolah Kedinasan di Jawa Tengah Beserta Jadwal Pendaftarannya
Sementara itu, siswi kelas VIII-E, Valda Aisha, mengaku sempat merasa gugup saat harus mempresentasikan hasil belajarnya di depan sang ayah. Meski demikian, ia merasa senang karena ayahnya hadir langsung mendampingi.
“Waktu presentasi sempat deg-degan takut hasilnya tidak sesuai harapan. Tapi alhamdulillah cukup baik. Senang juga karena ayah hadir, jadi bisa makin dekat,” ungkap Valda. (*)
Editor: Farah Nazila





