Hukum & Kriminal

Gerebek 2 Toko di Surakarta, Polda Jateng Sita Satu Truk Penuh Tas dan Sandal Eiger Palsu, Total Ribuan

×

Gerebek 2 Toko di Surakarta, Polda Jateng Sita Satu Truk Penuh Tas dan Sandal Eiger Palsu, Total Ribuan

Sebarkan artikel ini
Eiger Palsu
Penyidik Ditkrimsus Polda Jateng menunjukkan barang bukti tas serta sepatu palsu, Selasa, 11 November 2025. (Foto: Dok. Antara/I.C. Senjaya)

SEMARANG, beritajateng.tv – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah mengamankan ribuan tas dan sandal bermerek Eiger palsu dari dua toko di wilayah Pasar Kliwon, Kota Surakarta.

Aksi tegas ini muncul setelah laporan resmi dari PT Eigerindo Multi Produk Industri (MPI) sebagai pemegang hak merek Eiger.

Plt Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah, AKBP Feria Kurniawan, menyampaikan bahwa petugas langsung menindaklanjuti laporan dengan memeriksa dua toko yang diduga menjual produk tiruan tersebut.

“Kedua toko tersebut memperjualkan tas dan sandal berlogo Eiger, namun bukan hasil produksi resmi PT Eigerindo MPI,” ujarnya di Semarang, Selasa, 11 November 2025.

BACA JUGA: Resmi Forum Komunitas Petualang “Eigerian Semarang”, Jadi Kota Keempat di Indonesia

Dalam proses pengembangan perkara, penyidik menemukan dua produsen berbeda yang memasok barang-barang palsu tersebut.

Keduanya berlokasi di Kabupaten Jombang dan Kota Surabaya, Jawa Timur. Dari hasil penyitaan, petugas mengamankan 3.421 pasang sandal dan 2.326 tas dengan logo Eiger palsu.

“Tim masih menelusuri jaringan produksi dan distribusi barang-barang tiruan ini untuk memastikan semua pihak yang terlibat,” kata Feria menegaskan.

Produk palsu rugikan reputasi merek Eiger

Ia menyebut pelaku penjualan dan produksi barang palsu itu terancam hukuman berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis.

Kuasa hukum PT Eigerindo MPI, Femmy Vandriansyah, mengapresiasi langkah cepat pihak kepolisian. Ia mengungkapkan bahwa produk tiruan tersebut meniru desain logo serta jenis huruf yang digunakan oleh Eiger asli.

“Selain itu, bahan dan kualitasnya sangat jauh berbeda dengan produk resmi,” tutur Femmy.

BACA JUGA: Hari Kartini, Ratusan Wanita Berkebaya Keliling Bandung Bareng Eiger Riding

Femmy menjelaskan bahwa dugaan pemalsuan tersebut sudah dilaporkan sejak 2024 dan menimbulkan kerugian immateriil bagi perusahaan.

Menurutnya, banyak konsumen kesulitan membedakan antara produk asli dan palsu, sehingga merugikan reputasi merek Eiger.