Jateng

Gubernur Khofifah Gandeng Jateng dalam Misi Dagang: Transaksi Rp2,9 Triliun dari Peternakan hingga Real Estate

×

Gubernur Khofifah Gandeng Jateng dalam Misi Dagang: Transaksi Rp2,9 Triliun dari Peternakan hingga Real Estate

Sebarkan artikel ini
khofifah
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri misi dagang dan investasi Jawa Tengah-Jawa Timur di PO Hotel, Kota Semarang, Kamis, 29 Januari 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Jawa Tengah dan Jawa Timur merealisasikan kerja sama perdagangan dan investasi antarprovinsi melalui misi dagang yang digelar di PO Hotel, Kota Semarang, Kamis, 29 Januari 2026. Kegiatan tersebut berhasil membukukan transaksi sementara senilai Rp2,9 triliun hingga pukul 13.00 WIB.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan kunjungan ke Jawa Timur pada 25 Oktober 2025 lalu.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin menyebut kegiatan di Semarang menjadi bagian dari realisasi konkret kerja sama antardaerah tersebut.

“Pada tanggal 25 Oktober di Jawa Timur, kita ajak 35 kabupaten/kota. Hari ini adalah bagian dari realisasi MoU atau kerja sama perdagangan. Saya ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang menginisiasi dan menindaklanjuti kerja sama perdagangan antarprovinsi,” ujar Gus Yasin usai menghadiri acara.

BACA JUGA: Tinjau Titik Terparah Banjir Bandang Pemalang, Taj Yasin Dorong Pemerintah Pusat Perkuat Hutan Lindung

Ia mengungkapkan, dari sejumlah kesepakatan dagang yang terjalin, nilai transaksi yang tercatat sangat signifikan hingga ratusan miliar rupiah.

“Tadi saya lihat ada perdagangan yang nominalnya Rp65 miliar, bahkan ada yang lebih dari Rp100 miliar. Sehingga pada hari ini terkumpul Rp2 sekian triliun,” katanya.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kuatnya potensi ekonomi antardaerah di Indonesia apabila kolaborasi terus diperkuat.

“Artinya apa? Potensi Indonesia ini kuat. Kami juga sudah bekerja sama dengan beberapa provinsi. Harapannya nanti bisa bekerja sama semuanya, kita putar keuangan kita, potensi-potensi kita. Kalau ada merek lokal, kenapa harus beli merek luar?” pungkas Gus Yasin.

Transaksi Capai Rp2,9 Triliun, Jatim Jual Rp2,65 Triliun ke Jateng, Paling Besar Sektor Peternakan

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, misi dagang dan investasi di Jawa Tengah ini merupakan yang pertama kali Pemprov Jawa Timur lakukan ke provinsi tersebut. Bahkan, kata dia, sudah ada transaksi sebesar Rp2,9 triliun tercatat per pukul 13.00 WIB.

“Alhamdulillah, per pukul 13.00 WIB transaksi yang terbangun tercatat Rp2,9 triliun,” ujar Khofifah.

Ia merinci, dari total nilai transaksi tersebut, Jawa Timur mencatatkan penjualan ke Jawa Tengah senilai Rp2,658 triliun, sementara pembelian dari Jawa Tengah mencapai Rp184 miliar. Selain itu, terdapat komitmen investasi sebesar Rp96 miliar.

“Jatim jual Rp2,658 triliun, Jatim beli Rp184 miliar, dan Jatim investasi Rp96 miliar,” jelasnya.

Khofifah menambahkan, transaksi terbesar berasal dari sektor peternakan dan perikanan. Adapun komoditas yang diperdagangkan dalam misi dagang ini meliputi beras, kopi, daging ayam, serta berbagai produk pangan dan hasil perikanan.

“Yang cukup signifikan itu di bidang peternakan Rp1,1 triliun dan di bidang perikanan Rp378 miliar,” katanya.

Sementara dari Jawa Tengah, komoditas yang diperdagangkan antara lain kayu, telur ikan, cengkeh, dan tembakau.

Sulit Lahan di Jawa Timur, Khofifah Ungkap Kerjasama REI dengan Jateng

Khofifah menjelaskan, investasi Jawa Timur ke Jawa Tengah berkaitan dengan penyediaan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melalui kolaborasi Real Estate Indonesia (REI) Jawa Timur dan REI Jawa Tengah.

“Yang Jatim investasi itu adalah investasi untuk MBR, REI Jawa Timur dan REI Jawa Tengah, untuk memaksimalkan program nasional,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, keterbatasan lahan di Jawa Timur menjadi salah satu alasan investasi tersebut diarahkan ke Jawa Tengah.

“Di Jawa Timur lahannya sudah rata-rata Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), jadi sudah agak susah. Kecuali ada konversi lahan lain. Sehingga REI Jawa Timur melakukan investasi pengadaan MBR di Jawa Tengah,” kata Khofifah.

BACA JUGA: Punya Prospek Tinggi, Taj Yasin Tawarkan Investasi Pariwisata di Jateng ke Investor Luar Negeri

Menurutnya, kerja sama ini menjadi titik awal yang sangat baik bagi penguatan sinergi antardaerah.

“Sesungguhnya Jawa Timur dan Jawa Tengah ini borderless. Tidak ada yang membatasi kita untuk membangun sinergi dan kolaborasi yang lebih dekat, lebih efektif, supaya kita bisa tumbuh bersama, maju bersama, dan sejahtera bersama,” pungkasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp