Kuliner

Gule Bustaman Khas Semarang jadi Warisan Budaya Takbenda, Generasi Muda Diajak Promosikan Lewat Konten di Medsos

×

Gule Bustaman Khas Semarang jadi Warisan Budaya Takbenda, Generasi Muda Diajak Promosikan Lewat Konten di Medsos

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi penjual Gule Bustaman di sekitar Jalan MT Haryono, Kota Semarang. (Foto: Dok)
Ilustrasi penjual Gule Bustaman di sekitar Jalan MT Haryono, Kota Semarang. (Foto: Dok)

Gule Bustaman memiliki peluang untuk semakin publik kenal sebagai bagian dari pengalaman wisata kuliner di Semarang. Pengenalan tersebut dapat berjalan dengan mengangkat cerita, sejarah, serta tradisi yang melekat pada makanan khas tersebut.

BACA JUGA: Mooncake Festival 2026 Jadi Titik Temu Tradisi, Kuliner dan Teknologi di Pecinan Semarang

Hanung juga menyinggung adanya ritual atau tradisi dalam perayaan yang berkaitan dengan kekhasan budaya Semarang. Unsur tersebut dapat memperkaya cara masyarakat mengenal kuliner lokal, bukan sekadar sebagai makanan, melainkan sebagai bagian dari warisan budaya.

Dengan pengakuan WBTb, Gule Bustaman, Hanung mengharapkan akan memperoleh perhatian lebih luas dari masyarakat, pelaku usaha kuliner, dan wisatawan. Upaya pengenalan juga perlu melibatkan pedagang yang selama ini menjaga keberlangsungan kuliner tersebut.

Gandeng Anak Muda untuk Promosi Digital

Hanung juga mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk memperkenalkan Gule Bustaman kepada khalayak yang lebih luas. Anak muda, kreator konten, dan influencer kuliner dinilai dapat berperan dalam membangun ketertarikan masyarakat terhadap makanan tradisional.

Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan ialah membuat konten pengalaman mencicipi kuliner, mengulas cita rasa, serta menceritakan keunikan makanan khas Semarang. Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) juga dapat mendukung pengembangan materi promosi kreatif.

BACA JUGA: Pecinta Kuliner Jepang Wajib Coba! Menchi Chicken Katsu Jadi Menu Andalan di ASTON Inn Pandanaran Semarang

“Anak-anak muda yang menjadi influencer atau sering datang ke sana bisa menjadi tester untuk memperkenalkan kuliner ini. Harapannya, masyarakat semakin mengenal bahwa makanan tersebut memang memiliki karakter khas Semarang,” ujarnya.

Promosi digital tersebut dia harapkan tidak hanya meningkatkan popularitas Gule Bustaman. Akan tetapi juga mendorong masyarakat untuk lebih mengenal kuliner tradisional daerahnya sendiri. (*)

Editor: Diaz A Abidin

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp