Ia menilai, olahraga tak bisa jika berdasarkan perasaan FOMO (Fear of Missing Out) atau takut ketinggalan tren semata. Sehingga, aplikasi Strava juga harus kembali ke fitrahnya. Yaitu untuk mengukur kapasitas seseorang dalam berolahraga.
“Sebenarnya bagus juga kalau jadi lifestyle, bisa menunjang kesehatan, jadi tren olahraga itu ada efek positif. Tapi memang harus berbarengan dengan kejujuran,” tandasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





