Jateng

Halte Depan Semarang Zoo Berpeluang Diaktifkan Lagi, Trans Semarang Tunggu Kajian

×

Halte Depan Semarang Zoo Berpeluang Diaktifkan Lagi, Trans Semarang Tunggu Kajian

Sebarkan artikel ini
Wisatawan Keluhkan Akses ke Semarang Zoo, Halte BRT Diminta Berfungsi Lagi
Halte BRT Trans Semarang di kawasan Semarang Zoo. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Keberadaan halte bus di depan Semarang Zoo kembali menjadi pertimbangan pengelola Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang.

Sejumlah wisatawan berharap halte tersebut aktif kembali agar akses menuju kawasan wisata lebih mudah. Namun, pengoperasian kembali halte masih membutuhkan kajian mendalam dari pengelola transportasi.

Kepala BLUD Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto, menjelaskan bahwa halte tersebut pernah beroperasi, tetapi kemudian berhenti setelah melalui berbagai pertimbangan teknis dan operasional.

“Dulunya halte ini aktif, tetapi saat ini tidak beroperasi karena ada beberapa pertimbangan yang harus kami perhatikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu alasan penghentian operasional halte adalah munculnya terminal bayangan yang terbentuk di sekitar lokasi. Saat halte masih aktif, penumpang tujuan Kendal kerap turun di titik tersebut, bukan di terminal resmi.

“Ketika halte aktif, justru terbentuk ekosistem angkutan yang tidak sesuai. Banyak penumpang yang seharusnya turun di terminal malah turun di depan kebun binatang,” katanya.

Selain itu, faktor keselamatan juga menjadi perhatian utama. Perubahan infrastruktur jalan setelah adanya exit tol Kaliwungu membuat titik putar balik bus tidak lagi aman masyarakat gunakan.

BACA JUGA: Wisatawan Keluhkan Akses ke Semarang Zoo, Halte BRT Diminta Berfungsi Lagi

“Sekarang bus harus memutar di bawah flyover arteri Kaliwungu. Jarak tempuh menjadi lebih panjang dan biaya operasional meningkat,” jelas Haris.

Sebelumnya, Trans Semarang juga sempat menjajaki kerja sama dengan pengelola Semarang Zoo untuk menyediakan transportasi penghubung dari Terminal Mangkang.

Bahkan sempat muncul gagasan promosi berupa potongan harga tiket wisata bagi pengguna bus. Namun, rencana tersebut belum berlanjut hingga saat ini.

“Kami pernah membahas kemungkinan kerja sama, misalnya penumpang Trans Semarang mendapat diskon tiket masuk kebun binatang. Tapi pembahasan itu belum berlanjut,” ujarnya.

Meski demikian, Haris memastikan pihaknya terbuka terhadap aspirasi masyarakat. Jika permintaan reaktivasi halte semakin kuat, kajian baru akan terlaksana agar kebijakan yang diambil sesuai dengan kondisi terkini.

“Kalau memang halte akan difungsikan kembali, tentu harus ada kajian ulang. Dinamika sekarang tidak bisa kita samakan dengan kondisi dulu,” pungkasnya. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp