SEMARANG, beritajateng.tv – Sejumlah pengunjung Semarang Zoo berharap halte Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang di sekitar kawasan kebun binatang dapat kembali berfungsi. Mereka menilai akses transportasi umum menuju lokasi wisata tersebut masih kurang nyaman.
Mega, warga Kecamatan Pedurungan, mengaku kesulitan saat menggunakan transportasi umum menuju Semarang Zoo. Ia harus turun di Terminal Mangkang dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
“Kalau naik motor memang lebih mudah, tapi kalau naik BRT itu agak repot. Harus turun di terminal, tidak ada halte yang langsung dekat Semarang Zoo,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat pengunjung harus berjalan di bawah terik matahari atau hujan saat menuju lokasi wisata. Ia berharap ada penambahan titik pemberhentian BRT yang lebih dekat dengan pintu masuk kebun binatang.
“Harapannya ada halte di depan Semarang Zoo, jadi pengunjung tidak kepanasan atau kehujanan dan aksesnya lebih cepat,” tambahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan pengunjung lain, Farida. Ia mengaku kembali berkunjung setelah terakhir datang sebelum pandemi Covid-19 dan melihat adanya sejumlah perbaikan di kawasan kebun binatang.
Farida memilih datang setelah masa libur Lebaran untuk menghindari kepadatan pengunjung. Ia mengapresiasi suasana yang kini lebih nyaman dan tertata.
BACA JUGA: Target 60 Ribu Pengunjung, Semarang Zoo Hadirkan Animal Show dan Penting Zoo
“Sekarang lebih bagus, tempatnya lebih asri, sejuk, dan nyaman untuk keluarga,” katanya.
Ia juga berharap pengelola terus melakukan pembenahan agar Semarang Zoo dapat bersaing dengan kebun binatang di kota lain.
“Kalau terus diperbaiki, pasti bisa seperti kebun binatang di kota besar lainnya. Apalagi lokasinya strategis, dekat jalan utama dan pintu tol,” ujarnya.
Dengan meningkatnya minat kunjungan, akses transportasi publik yang memadai di nilai menjadi faktor penting untuk mendukung kenyamanan wisatawan.
Pengunjung berharap pemerintah dapat segera mengevaluasi kebutuhan halte BRT di kawasan tersebut agar lebih ramah bagi masyarakat yang menggunakan transportasi umum. (*)
Editor: Elly Amaliyah





