Sering kali kita merasa telah cukup karena sudah menunaikan kewajiban berpuasa sepanjang hari di bulan Ramadhan. Namun tanpa tersadari, pahala puasa dapat berkurang bahkan lenyap apabila lisan tidak terjaga.
Misalnya dengan menggunjing, berkata kasar, atau menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya hal-hal yang begitu mudah kita lakukan, terlebih di era media sosial.
Rasulullah SAW pun mengingatkan bahwa Allah tidak memerlukan puasa dari orang yang masih gemar berdusta dan menyakiti sesama.
Karena itu, Ramadhan menjadi momen yang sangat tepat untuk melatih sikap dalam menjaga ucapan.
Sebaiknya kita membangun kebiasaan dalam berkata yang baik, menahan dari komentar yang tidak perlu, serta mengganti percakapan yang sia-sia dengan zikir dan doa.
Dengan lisan yang terjaga, semoga puasa yang kita jalankan benar-benar bernilai di sisi Allah SWT.
Latihan Sabar
Ramadhan terkenal sebagai bulan kesabaran karena pada masa ini kita terlatih untuk menahan berbagai hal.
Tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mengendalikan emosi, amarah, serta hawa nafsu.
BACA JUGA: Sema’an Al-Qur’an Masjid Kauman Semarang Jadi Ruang Hijrah Jamaah
Ketika berpuasa, ujian kesabaran kerap muncul dari hal-hal sederhana, seperti pekerjaan yang melelahkan, cuaca yang terik, atau sikap orang lain yang kurang berkenan.
Justru dalam situasi-situasi itulah kualitas puasa kita sedang Allah uji. Allah telah menjanjikan ganjaran yang besar bagi hamba-hamba-Nya yang mampu bersabar.
Apabila selama Ramadhan kita dapat mengendalikan diri dan tetap bersikap tenang, semoga kebiasaan baik itu terus berlanjut setelah bulan suci berakhir.
Latihan kesabaran selama sebulan penuh diharapkan membentuk pribadi yang lebih matang, lapang hati, dan arif dalam menghadapi berbagai persoalan hidup, sehingga membawa kita menuju kehidupan yang lebih baik. (*)
Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.
Gabung Channel WhatsApp





