Hanya di Kota Semarang, Para Musisi Sukarela Jadi Pengumpul Zakat

Pemberian santunan anak yatim oleh Baznas Kota Semarang.

Semarang, 19/4 (BeritaJateng.tv) – Jika biasanya unit pengumpul zakat (UPZ) berasal dari sejumlah instansi, BUMD, masjid atau lembaga keagamaan lainnya, kini giliran musisi Kota Semarang secara sukarela bergabung menjadi relawan resmi pengumpul zakat di bawah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kota Semarang.

Pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dari sejumlah musisi yang tergabung Forum Komunikasi Musisi Kota Semarang (Forkoms) tersebut ditandai dengan bentuk charity ramadhan dengan memberikan santunan yatim piatu, di Kantor Sekretariat Rumah Muallaf kota Semarang, Jl.Bukit Dingin Perumahan Permata Puri, Bringin Ngaliyan, Senin (18/4/2022)

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Baznas Kota Semarang H.Arnaz Agung Andrarasmara, Staff Ahli H.Nur Fuad, Kepala Pelaksana Muhammad Asyhar serta Penanggung Jawab Arya Tedjonugroho beserta komunitas musisi Kota Semarang.

Ketua Forkoms, Arya Tejo Nugroho, menjelaskan pihaknya akan berkolaborasi dengan Baznas Kota Semarang dalam pengumpulan beberapa jenis zakat.

“Kami mencoba berkolaborasi dengan baznas dalam pengumpulan zakat fitrah maupun zakat mal dengan menjadi UPZ Baznas Kota Semarang. Harapan kami Forkoms dan Baznas bisa saling bersinergi take and give apa yang menjadi kewajiban kita semua,” terang Arya.

Kemauan dari forum musisi tersebut direspons positif oleh Ketua Baznas Kota Semarang,
H.Arnaz Agung Andrarasmara. Dirinya menyebut kemauan sukarela musisi untuk bergabung menjadi UPZ adalah hal luar biasa.

“Saya membentuk sekitar 700-an UPZ masjid sudah menjadi hal yang biasa, tapi ini justru menjadi luar biasa,” terang Arnaz.

Arnaz membeberkan bahwa ide awal pembentukan UPZ musisi ini berawal dari obrolan biasa, lalu direspon baik oleh para musisi. “Kemarin saat berdiskusi, mereka bilang oh ternyata (zakat) cuma 2.5 persen ya,” sambungnya.

Lebih lanjut Arnaz menjelaskan kedepan pihaknya bersama Forkoms akan banyak berkolaborasi dalam kegiatan sosial dalam membantu pemerintah Kota Semarang dalam percepatan pengentasan kemiskinan di Kota Semarang.

Apabila ada yang membutuhkan bantuan, tidak tiba-tiba membuat charity, tapi sudah dilakukan dengan pengumpulan zakat secara kolektif dan kontinyu melalui UPZ yang sudah d bentuk dan ini jelas akan sangat membantu.

Arnaz juga mengharap setelah bergabungnya para musisi menjadi UPZ Baznas Kota Semarang, nantinya dapat diikuti para milenial lain.

“Semoga ini menjadi keberkahan untuk kita semua,” pungkas Arnaz. (Ak/El)

Leave a Reply

Your email address will not be published.