“Di sini saya melihat ada dari BI, saya harap BI juga dapat membantu mengatasi masalah ini. Karena berbicara tentang komoditas pertanian, banyak penghapus yang mengambil terlalu banyak keuntungan, ini harus diatasi,” katanya.
Selain petani, Ganjar juga mengatakan telah menyiapkan berbagai program untuk membantu berbagai pihak yang terkena dampak pandemi. Di antara mereka adalah UMKM, industri kecil dan besar untuk menangani anak yatim.
“Untuk UMKM, saya telah meminta untuk mendaftar, telah memasuki sekitar 750 UMKM bahwa kami berhasil dalam data. Kami menyediakan program memulai pelatihan, akses ke modal untuk mengakses platform e-commerce. Saat ini kami bahkan bermaksud dengan pelatihan UMKM yang kami ubah. Digital, “katanya.
Sementara itu, Presiden Direktur PT VISA Worldwide Indonesia, Riko Abdurrahman mengatakan program berbagi Bahasa Wise dibuat untuk membantu UMKM di Jawa Tengah dan DIY. Saat ini, ada 320 UMKM yang terlibat dalam program ini.
“Kami membantu dengan memberikan pelatihan, termasuk akses ke raksasa e-commerce. Ini adalah salah satu kontribusi kami untuk mendukung pemulihan ekonomi di Jawa Tengah dan DIY,” katanya. (AK / EL)