BACA JUGA: Imbas Cuaca Buruk, Petani Lombok di Blora Cabuti Cabai Busuk: Padahal Bisa Panen Beberapa Kali Lagi
Selain beras, Dishanpan juga memantau komoditas pangan strategis lainnya. Widi menyebut terdapat 12 komoditas pangan prioritas, meliputi beras, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging, daging ayam, telur, gula pasir, dan minyak goreng.
Meski demikian, dia mengatakan, tidak seluruh kebutuhan sejumlah komoditas produksinya di Jawa Tengah. Bawang putih, misalnya, masih bergantung pada pasokan impor. Sementara itu, kedelai juga tidak seluruhnya berasal dari produksi daerah.
“Khususnya untuk seperti kedelai ya. Kedelai juga tidak semuanya dari Jawa Tengah,” kata Widi.
Penyaluran Bahan Pangan jadi Salah Satu Bentuk Intervensi Harga
Selain menggelar GPM, Widi mengatakan, melakukan intervensi melalui penyaluran bahan pangan ketika terjadi kenaikan harga komoditas di sejumlah daerah.
Langkah tersebut, kata dia, menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga kestabilan harga. Sekaligus membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan.
BACA JUGA: Waduk Tempuran Menyusut, Petani Blora Manfaatkan Lahan Kering untuk Tanam Jagung hingga Cabai
Saat ditanya mengenai wilayah dengan pelaksanaan intervensi terbanyak, Widi menyebut Kota Semarang. Namun, dia tidak merinci jumlah maupun satuan angka kegiatan bantuan pangan dan Gerakan Pangan Murah yang telah terlaksana.
“Jadi, intervensi kita kaitannya dengan tadi. Mungkin ada di beberapa daerah yang ada kenaikan komoditas, kita intervensi dengan bantuan pangan termasuk Gerakan Pangan Murah,” katanya. (*)
Editor: Diaz A Abidin





